Logo Header

Diperpanjang Lagi, Pembatasan Jam Operasional Usaha di Kota Makassar Berubah

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSelasa, 12 Januari 2021 07:19
Diperpanjang Lagi, Pembatasan Jam Operasional Usaha di Kota Makassar Berubah

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar kembali memperpanjang pembatasan waktu operasional jam malam di Kota Makassar selama dua pekan.

Merujuk pada surat edaran bernomor 443.01/11/S.Edar/Kesbangpol/I/2021 ada perubahan jam operasional dan destinasi wisata kembali dibuka yang sebelumnya ditutup sejak 24 Desember hingga 11 Januari 2021.

Dalam perpanjangan ini, pemerintah Kota Makassar mengubah batas waktu jam operasional. Bila sebelumnya pemerintah menetapkan hingga pukul 19:00 Wita, kini berubah hingga pukul 22: 00 Wita.

Selain perubahan itu, tempat-tempat fasilitas umum, seperti Pantai Losari, Lego-Lego, Kanrerong, Kawasan Center Poin of Indonesia, Pantai Tanjung Bayang, Pantai Merdeka, Akkarena, Pantai Barombong kembali dibuka.

Melalui surat edaran, Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan keputusan tersebut mengacu pada instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 01 tahun 2021 tanggal 06 Januari tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian Covid-19.

Selain itu, merujuk pada Perwali nomor 51 tahun 2020 ihwal penerapan disiplin dan hukum protokol kesehatan.

Dalam surat edaran tersebut Pemerintah Kota Makaasar menekankan 4 poin, antara lain:

1. Fasilitas umum, operasional mal, cafe, restoran, rumah makan, warkop, dan game center serta kegiatan berkumpul/mengumpulkan orang hanya diizinkan bukan hingga pukul 22:00 Wita, mulai tanggal 12-26 Januari 2021.

2. Para pelaku usaha wajib melaksanakan dan menerapkan protokol kesehatan kepada para pelanggan dan pengunjung.

3. Para camat dan lurah selaku ketua satgas agar tidak mengeluarkan izin keramaian, serta melakukan pemetaan potensi keramaian di daerah masing-masing.

4. Satgas Covid-19 melaksanakan pemantauan terhadap penerapan disiplin penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Makassar.

“Untuk menjadi perhatian bahwa melanggar surat edaran ini dapat diberi sanksi administrasi maupun pidana sesuai ketentuan yang berlaku,” bunyi surat edaran bertanda Rudy Djamaluddin, Senin, 12 Januari 2021.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSelasa, 12 Januari 2021 07:19
Komentar