Logo Header

Satu Keluarga Selamat dari Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Begini Ceritanya

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSenin, 11 Januari 2021 03:54
Satu Keluarga Selamat dari Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Begini Ceritanya

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Delapan orang asal Pontianak selamat dari kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di sekitar Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu, 9 Januari 2021. Mereka adalah satu keluarga.

Delapan orang itu merupakan satu keluarga. Cerita mereka selamat dari musibah jatuhnya pesawat SJ-182 diungkapkan oleh Atma Budi Wirawan.

Budi menyampaikan lewat Instagram miliknya @atmabudi seperti dikutip Tebaran.com dengan seizin penulis, Minggu, 10 Januari 2021.

Budi menceritakan pada awalnya keluarganya akan pulang ke Pontianak dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182.

Namun lantaran harus menjalani swab tes dengan biaya yang dianggap cukup mahal, maka mereka urung naik pesawat tersebut. Meski sudah beli tiket.

Budi mengungkapkan, delapan orang calon penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tersebut masing-masing berusia dewasa dan anak.

“Iya betul, 5 dewasa, 3 anak,” kata Budi saat dihubungi Tebaran.com via perpesanan WhatsApp.

Berikut tulisan lengkap Atma Budi Wirawan di halaman Instagram miliknya @atmabudi.

Pagi ini, saya menjemput Ibu mertua, adik ipar dan istrinya, serta keponakan-keponakan yang baru tiba dari Jakarta, rombongan berjumlah 8 orang.

Semestinya, mereka pulang dengan pesawat udara Sabtu sore kemarin dengan penerbangan Sriwijaya SJ-182, tiket sudah dibeli sekira semingguan sebelumnya.

Setelah mengetahui biaya Test PCR yang teramat sangat mahal, dan melalui perdebatan panjang di WAG keluarga, diputuskan pulang dengan kapal laut saja, KM Lawit jadi pilihan, harga tiketnya murah, hanya 220 ribuan/orang.

Rombongan bertolak dari pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat, 08/01 pukul 17.00 dan dijadwalkan tiba di Pontianak pagi ini pukul 10.

Sudahlah… Tiket pesawat hangus ikhlaskan saja, daripada harus membayar lagi 1.200.000/orang untuk Test PCR, total 9.600.000 yang harus dirogoh.

Allah-lah sebaik-baiknya pengatur skenario kehidupan manusia.

Qadarullah, pesawat Sriwijaya SJ-182 yang semestinya mereka tumpangi, hilang kontak setelah 4 menit take-off dari Seotta, Sabtu 09/01 pukul 14.40.

Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk para korban. Semoga berpulang ke Rahmatullah dengan husnul khotimah, dan bagi keluarga korban agar senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menerima musibah yang sama-sama tak kita inginkan ini.

Alhamdulillah, kapal laut KM Lawit yang ditumpangi Ibu mertua, adik ipar dan istrinya, serta keponakan-keponakan, baru saja tiba di Pelabuhan Pontianak dalam keadaan selamat.

Cukuplah Allah sebagai tempat berserah diri.

Sebagai informasi, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB, sesaat setelah lepas landas pada pukul 14.36 WIB. Diduga pesawat jatuh di perairan Kepulauan Seribu

Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak itu mengangkut 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang (40 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi), serta 12 kru (6 inti dan 6 ekstra).

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSenin, 11 Januari 2021 03:54
Komentar