Logo Header

Dinilai Vakum, GP Ansor Soroti Kinerja PCNU Kabupaten Barru

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comMinggu, 10 Januari 2021 18:33
Dinilai Vakum, GP Ansor Soroti Kinerja PCNU Kabupaten Barru

TEBARAN.COM, BARRU – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menyoroti kinerja Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketua GP Ansor Muhammad Senal menilai PCNU Kabupaten Barru selama kepengurusan dari 2010 hingga 2020 tidak memiliki kinerja yang jelas.

“Selama 10 tahun atau 2 periode kepengurusan NU di Barru praktis kita tidak pernah melihat NU berkiprah di bumi hibridah. Ansor sebagai banom NU berhak bersuara atas kevakuman NU di Barru selama ini,” kata Senal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 9 Januari 2021.

Jika NU Barru ditelusuri lanjut Senal, tidak hanya vakum tetapi juga para pengurus tidak menjalankan roda organisasi sebagaimana mestinya baik sebagai organisasi jamiah maupun jama’ah.

“Padahla NU Barru telah melakukan pelantikan pada tahun 2015 lalu dan ironisnya NU diurus oleh pengurus yang sama dengan periode sebelumnya,” ujarnya.

Semestinya menurut dia, pelantikan itu adalah media konsolidasi gerakan para pengurus dan sebagai pintu untuk membesarkan NU di Barru terlebih Kabupaten Barru adalah kota santri.

“Kepengurusan Ansor saja sudah 3 kali melakukan rotasi kepengurusan dan pergantian pimpinan dikarenakan adanya kinerja yang belum optimal. Dan semestinya NU juga harus demikian,” ungkap Senal.

Senal berharap kepada pengurus NU sebagai orang tua Ansor mendengar aspirasi warga Nahddyin untuk membesarkan organisasi NU di Kabupaten Barru.

“Kami harap orangtua kita di NU mendengar aspirasi yang selama ini mungkin terdengar tapi tidak digubris. Sebagai warga nahdliyyin, kita tidak menginginkan organisasi ini hanya memiliki nama dan stempel tapi nonsense pada wilayah gagasan dan gerakan,” tuturnya.

Dia menegaskan bahwa sikap yang dilakukannya ini adalah bentuk kepedulian terhadap NU.

“Kami tegaskan kami peduli terhadap NU. Sebagai anak, kami mengingatkan NU selaku orangtua. Kalau tidak ingin dikatakan mengultimatum bahwa NU harus aktif dan segera berkiprah. Ahlu Sunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah harus segera dilaksanakan. Kami juga meninginkan NU selektif memilih pengurus,” jelasnya.

Demikian disampaikan Senal karena melihat komposisi kepengurusan NU yang ada sekarang dan yang sebelumnya terdapat anggota HTI dan menduduki posisi strategis di kepengurusan NU.

Padah lanjutnya, HTI adalah organisasi terlarang di wilayah NKRI dan NU merupakan ormas yang selama ini berada di garda terdepan menyuarakan penolakan terhadap keberadaan organisasi terlarang itu.

“NU di Barru bukan organisasi baru yang bercokol di Kabupaten Barru, tetapi sudah lama dan semestinya sudah sangat aktif. Saatnya NU melakukan restorasi dan melakukan penataan organisasi,” terangnya.

Dikonfirmasi Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Dr Marjuni terkait itu, dia hanya mengatakan bahwa PCNU Kabupaten Barru sudah mempersiapkan Konferensi Cabang (Konfercab).

“Maumi Konfercab,” kata Marjuni, singkatnya, Minggu 10 Januari 2020.

Informasi tambahan dari Ansor Barru, PCNU Kabupaten Barru akan menggelar Konferensi Cabang ke-13. Konfercab ini rencana akan digelar bulan ini. Namun belum diketahui kapan waktu pelaksanaannya.

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comMinggu, 10 Januari 2021 18:33
Komentar