Logo Header

Nurdin Abdullah Resmikan Jembatan Sungai Watu Kecamatan Cendrana

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSabtu, 09 Januari 2021 17:45
Nurdin Abdullah Resmikan Jembatan Sungai Watu Kecamatan Cendrana

TEBARAN.COM, BONE, — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof HM Nurdin Abdullah meresmikan jembatan Desa Watu, Kecamatan Cendrana Kabupaten Bone pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Jembatan sepanjang 80 meter dan lebar 7 meter ini nantinya akan menghubungkan Desa Watu dengan 11 desa lainnya yang ada di Kecamatan Cendrana Bone.

“Masyarakat Kecamatan Cendrana tentu sangat bersyukur karena sejarah jembatan ini mulai dari pincara, kemudian jembatan darurat, hari ini Pak Bupati sudah permanenkan, Saya kira ini sebuah kesyukuran bagi masyarakat Cendrana karena jembatan ini menghubungkan sebelas desa ke utara,” yerang Gubenrur Nurdin Abdullah, Sabtu, 9 Januari 2021.

Nurdin Abdullah melanjutkan hadirnya jembatan ini dapat memperlancar distribusi produk pertanian masyarakat.

“Dengan hadirnya jembatan ini otomatis akan menjadi urat nadi perekonomian, kalau ekonomi berkembang kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat, mudah-mudahanan kita bisa terus berinovasi dengan Pemkab untuk menghadirkan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Proyek yang dibangun dari dana bantuan APBD Sulsel senilai Rp11 Milyar ini dirampungkan dalam jangka waktu enam bulan. Konstruksi jembatan bangunan bawah terdiri dari konstruksi tiang pancang dan bangunan atas terdiri dari rangka baja tipe C plus.

Bupati Bone, Andi Fashar Mahdin Padjalangi menyebutkan jembatan ini bisa terwujud berkat program bantuan keuangan Gubernur untuk daerah.

“Alhamdulilah berkat program bapak Gubenrur memperhatikan seluruh daerah di seluruh Sulawesi Selatan dengan program bantuan keuangan alhamdulillah jembatan ini bis kita gunakan,”ujarnya.

Sementara, warga Desa Watu, Muhammad Tahir (57 tahun) menuturkan, pembangunan jembatan membuatnya berhasil membawa hasil panennya hingga ke Kota Bone.

“Sebelum jadi jembatan tidak pernah sampai di Kota Bone, dan ongkosnya bisa dua kali lipat dari sekarang,” tuturnya.

Ia menyebutkan, sebelum bangunan jembatan berdiri, ia harus merogoh kantong hingga Rp50 ribu rupiah untuk menyeberang sungai menggunakan mobil. Saat ini, ia cukup mengeluarkan ongkos Rp10 ribu untuk membawa hasil pertaniannya hingga ke Kota Bone.

“Lancar, senang kalau ada hasil panen lancar, tidak bayar lagi kalau menyeberang, hasil tani bisa dibawa ke Bone, sebelum jadi,” tutupnya.(*)

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSabtu, 09 Januari 2021 17:45
Komentar