Logo Header

Viral Uang Rp 15 Juta Hancur Dimakan Rayap, Bisa Ditukar di BI?

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comRabu, 06 Januari 2021 09:08
Viral Uang Rp 15 Juta Hancur Dimakan Rayap, Bisa Ditukar di BI?

TEBARAN.COM – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu sudah tidak utuh alias rusak terbungkus plastik.

Video itu dari Cheetos dibagikan oleh akun Instagram @memomedsos. Dalam narasi video dituliskan kalau uang tersebut sebanyak Rp 15 juta.

Dikabarkan kalau uang itu usak akibat dimakan rayap karena pemilik menyimpan di bawah kasur.

“Uang 15 juta dimakan rayap akibat disimpan di bawah kasur,” tulis @memomedsos Selasa 5 Januari 2021.

Dalam video berdurasi pendek itu juga terlihat ada seorang perempuan hanya pasrah melihat uang tersebut yang sudah utuh lagi.

Di video itu sebagai pelajaran kepada semuanya untuk menjadikan pelajaran agar tidak terjadi hal serupa.

“Diambil pelajaran teman-teman uang 15 juta dimakan rayap akibat disimpan di bawah kasur,” diskripsi video itu.

Dari psstingan tersebut banyak netizen yang bertanya apakah uang rusak seperti itu bisa ditukar di Bank Indonesia apa tidak?

“Kalau ditukarin ke bank Indonesia masih bisa nggak ya,” tulis @alsetyarul.

“Tukar ke Bank bisa gak sih,” tulis akun @haeruputra608.

“Bukanya bisa ditukar ya,” tulis @alfino.pixel.

Ketentuan BI

Dikutip dari Kompas.com, 5 Januari 2021 masyarakat dapat menukarkan uang tidak layak edar dengan uang rupiah yang layak edar di kantor Bank Indonesia (BI) setempat atau pada waktu kegiatan kas keliling Bank Indonesia.

Penukaran juga bisa dilakukan di kantor pihak lain yang disetujui oleh BI atau pada waktu kegiatan kas keliling pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia.

Uang tidak layak edar meliputi uang lusuh, uang cacat, uang rusak, dan uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran.

Dari keterangan resmi BI, Minggu (24/5/2020), apabila uang rusak dapat dikenali ciri-ciri keasliannya dan memenuhi kriteria penggantian uang rusak, bank wajibmenukar uang rusak tersebut dengan uang layak edar sejumlah uang rusak yang ditukarkan.

Apabila ciri-ciri keasliannya sulit diketahui, penukar wajib mengisi formulir permintaan penelitian uang rusak untuk penelitian selanjutnya.

Uang rusak yang ciri-ciri keasliannya sulit dikenali dapat dikirimkan dalam kemasan yang layak ke BI. Hasil penelitian dan besarnya penggantian akan diberitahukan pada kesempatan pertama.

Berikut syarat uang rusak yang diberi penggantian sesuai nilai nominal:

1. Fisik Uang Kertas lebih besar dari 2/3 ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya.

2. Uang Rusak masih merupakan suatu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap dan lebih besar dari 2/3 ukuran aslinya serta ciri uang dapat dikenali keasliannya.

3. Uang Rusak tidak merupakan satu kesatuan, tetapi terbagi menjadi paling banyak 2 (dua) bagian terpisah dan kedua nomor seri pada uang rusaktersebut lengkap dan sama serta lebih besar dari 2/3 ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenal keasliannya.

Uang rusak yang tidak diberi penggantian sesuai nilai nominal:

1. Fisik Uang Kertas kurang dari atau sama dengan 2/3 ukuran aslinya.

2. Uang Rusak tidak merupakan satu kesatuan, tetapi terbagi menjadi paling banyak 2 bagian terpisah dan kedua nomer seri uang rusak tersebut beda.

Berikut prosedur cara menukarkan uang rusak ke BankIndonesia:

1. Bawa uang rusak yang masih memenuhi persyaratan di atas.

2. Kunjungi kantor BI atau bank umum yang melayani penukaran uang rusak.

3. Serahkan uang yang ingin ditukarkan kepada petugas.

4. Petugas akan melakukan scanning terhadap uang tersebut.

5. Jika uang rusak tersebut masih memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh BI, maka uang kita akan diganti dengan nominal yang sama.

6. Jika uang tersebut tidak memenuhi persyaratan, maka kita diminta untuk mengisi formulir pengajuan penelitian.

7. Jika tidak ingin melanjutkan proses penelitian lebih lanjut, maka uang tersebut akan dikembalikan ke pemiliknya.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comRabu, 06 Januari 2021 09:08
Komentar