Logo Header

LAPAR Sulsel Tawarkan Pemerintah Strategi untuk Memerangi Covid-19 di Makassar

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSenin, 04 Januari 2021 07:02
LAPAR Sulsel Tawarkan Pemerintah Strategi untuk Memerangi Covid-19 di Makassar

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Lembaga Advokasi Anak Rakyat (LAPAR) Sulawesi Selatan (Sulsel) tawarkan strategi kepada pemerintah untuk memerangi virus Corona alias Covid-19 di Kota Makassar.

Menurut Kepala Divisi Riset dan Kampanye Kreatif LAPAR Sulsel Andi Ilham Badawi, pemerintah harus kembali menggencarkan sosialiasi penggunaan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.

Selian itu, pemerintah harus melibatkan tokoh agama dan lembaga keagamaan secara penuh dan aktif dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kelompok masyarakat sipil, tokoh agama, dan lembaga keagamaan melakukan kerja-kerja proaktif melalui bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi,” kata Ilham sapaan akrabnya, Minggu 3 Januari 2021.

Karena menurut Ilham, gelombang kilat COVID-19 yang kembali menerjang di akhir tahun 2020 semakin mengkhawatirkan masyarakat.

“Olehnya dipandang perlu diantisipasi oleh semua pihak dengan cara proaktif, bukan reaksi singkat semata,” ujarnya.

Dari catatan LAPAR Sulsel, lanjut Ilham Covid-19 perlahan meruntuhkan kohesi sosial di tengah masyarakat. Ketakutan akan penularan penyakit berbahaya ini mempengaruhi ikatan antarindividu dan kelompok masyarakat.

Kasus diskriminasi terhadap pasien COVID-19 dan keluarganya pun sering ditemukan hingga penolakan pemakaman jenazah pasien positif.
Begitupun perdebatan saling silang pendapat pembatasan beribadah di rumah ibadah saat masa PSBB di Kota Makassar juga menjadi perhatian.

Kendati menunaikan ibadah di rumah masing, masing adalah pilihan tepat, namun seharusnya perdebatan itu tidak panjang, bila pemerintah cepat melakukan sosialisasi dengan banyak melibatkan tokoh agama.

Kekosongan ini, kata dia, kemudian dipandang LAPAR Sulsel sebagai titik mengkonsolidasikan kelompok masyarakat sipil dan tokoh agama, serta lembaga keagamaan untuk terlibat lebih jauh dalam penanganan pencegahan penularan virus tersebut.

“Dengan ini kami merekomendasikan
Penguatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Makassar melalui kelompok kerja bersama,” papar dia.

Selanjutnya, penguatan jejaring kerja sama untuk penguatan kerukunan dan keberagaman. Penyiapan regulasi, harmonisasi rancangan, dan evaluasi perlindungan kerukunan dan keberagaman.

Kemudian, pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang kerukunan dan keberagaman internalisasi dan harmonisasi nilai-nilai kerukunan dan keberagaman dalam kebijakan daerah sejalan dengan gerakan bersama dalam pencegahan penularan virus corona baru tersebut.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comSenin, 04 Januari 2021 07:02
Komentar