Logo Header

Tantang Menag Debat Populisme Islam, Gus Mis: Fadli Zon Ini Sepintar Apa Sih?

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comRabu, 30 Desember 2020 06:17
Tantang Menag Debat Populisme Islam, Gus Mis: Fadli Zon Ini Sepintar Apa Sih?

TEBARAN.COM, JAKARTA – Intelektual Muda Nahdatul Ulama (NU) sekaligus kader PDIP, Zuhairi Mistawi atau Gus Mis menyindir Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Fadli Zon yang menantang Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berdebat soal populisme Islam.

“Fadli Zon ngajak berdebat dengan Menag @YaqutCQoumas tentang Populisme Islam. Fadli Zon ini sepintar apa sih? Kelihatan sekali dia ini tidak mengerti Populisme Islam,” kata Gus Mis lewat halaman Twitter pribadinya dilihat Tebaran.com, Rabu 30 Desember 2020.

Sindiran lainnya, Gus Mis menyarankan Fadli Zon membaca buku secara detail tentang ‘Populisme Islam’.

Gus Mis menganggap Fadli Zon aneh lantaran membela populisme Islam sementara darinya dari Partai Nasionalis.

“Fadli Zon ini aneh, legislator dari Partai Nasionalis, tapi membela Populisme Islam. Sejak itulah, ia dalam dirinya penuh paradoks dan kerancuan ,” kata Gus Mis dicuitan lainnya.

Bahkan dicuitan lainnya lagi, Gus Mis pun menyatakan siap berdebat populisme Islam dengan Fadli Zon menggantikan posisi Menag Gus Yaqut sebagai kader sesama NU.

“Saya sebagai kader NU, seperti Menag yang kader NU punya kegelisahan yang sama. Biar Menag fokus mengabdi pada negeri, cukup kader NU saja yang melayani tantangan debat Fadli Zon,” katanya.

Bahkan Gus Mis mempersilakan Fadli Zon agar debat secara terbuka dapat digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (FISIP UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Fadli Zon sebelumnya menantang Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berdebat secara terbuka terkait populisme Islam yang disampaikan melalui akun Twitter @fadlizon.

Tantangan itu dilontarkan Fadli Zon lantaran Gus Yaqut selaku Menteri Agama tidak seharusnya mengurusi populisme Islam.

“Ayo kita berdebat di ruang publik apa itu ‘populisme’, ‘populisme Islam’ dan apa urusannya Menag ngurusi ini. Apa tupoksinya?” kata Fadli lewat akun Twitter @fadlizon, Senin 28 Desember 2020.

Diketahui, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya tidak akan membiarkan populisme Islam berkembang di Indonesia. Populisme merupakan usaha untuk menggiring agama menjadi norma konflik.

“Agama dijadikan norma konflik itu dalam bahas ekstremnya, siapapun yang berbeda keyakinannya, maka dia dianggap musuh dan karenanya harus diperangi. Istilah kerennya itu populisme islam,” ujar Gus Yaqut dalam sebuah acara webinar lintas agama, Minggu 27 Desember 2020.

Pihaknya, Gus Yaqut akan terus berusaha memerangi populisme Islam di tanah air agar tidak terus membesar.

“Dan saya tidak ingin, kita semua, tentu saja tidak ingin populisme islam ini berkembang luas sehingga kita kewalahan memeranginya,” lanjut Ketua GP Ansor ini.

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comRabu, 30 Desember 2020 06:17
Komentar