Komitmen Wujudkan Lulusan Berdaya Saing Global, STIE AMKOP Gandeng Cambridge Assesment English

RAGAM.ID, MAKASSAR – Globalisasi di era Revolusi Industri 4.0 telah menuntut perbaikan di berbagai sektor kehidupan. Hal yang paling mendasar ialah penguasaan bahasa asing.
Dalam rangka menyiapkan Outcome (lulusan) yang berdaya saing global. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMKOP Makassar menjalin komitmen bersama lembaga assesment ternama, Cambridge Assesment English, dengan kesepakatan merealisasikan kurikulum belajar yang berfokus penguasaan bahasa asing peserta didik.
Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di difasilitasi oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi atau LL Dikti Wilayah IX Sulawesi. Pelakasanaan MoU ini disaksikan oleh Gubernur Sulsel di Aula Utama Kantor Gubernur Sulsel, Senin (9/11/2020).

Ketua STIE AMKOP Makassar, Bahtiar Maddatuang mengatakan MoU ini dalam rangka mempersiapkan luaran AMKOP yang siap menembus pasar kerja international.
“Pelaksanaan MoU ini dalam rangka mempersiapkan luaran mahasiswa untuk menembus pasar kerja internasional” Ujar ekonom muda indonesia tersebut.
Sejalan dengan visi kepemimpinan Bahtiar Maddatuang yang senantiasa mengedepankan pembangunan jaringan dan integrasi. Pelibatan lembaga assement bahasa merupakan wujud dari penerapan kampus merdeka di STIE AMKOP.
“Ini merupakan momentum bagi kami untuk selangkah lebih awal menjadi insiator kurikulum dan luaran yang berlisensi internasional,” lanjut kandidat Gubernur Sultra itu.
Sementara itu, Kepala LL Dikti IX, Prof. Jasaruddin menjelaskan bahwa komunikasi merupakan prayarat mendasar di era globalisasi. “Dan lulusan, kita tak boleh kalah dengan beberapa negara tetangga yang telah menjadikan bahasa inggris sebagai second langguange,” ujarnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. H.M Nurdin Abdullah yang telah banyak mendukung program.
“Digelarnya acara di tempat ini (Aula Gubernur, red) merupakan salah satu simbol betapa Gubenur mendukung komitmen kita ini,” lanjutnya
Di akhir sambutan ia menjelaskan rencana LL Dikti IX untuk membuat pusat pengkajian bahasa asing.(*)