Logo Header

Seorang PDP Asal Sinjai Meninggal di RSUD Haji Kota Makassar

Editor: Andrew Kresna
Editor: Andrew KresnaJumat, 10 April 2020 16:36
Seorang PDP Asal Sinjai Meninggal di RSUD Haji Kota Makassar

RAGAM.ID, MAKASSAR – Salah satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 dinyatakan meninggal dunia Kamis (9/4/2020) malam, setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Haji Kota Makassar.

Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Sinjai, Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) almarhum berusia 84 tahun dan merupakan warga Kabupaten Sinjai, yang sejak tahun 2018 lalu tinggal Kota Makassar.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Pemkab Sinjai, dr Andi Suryanto Asapa menjelaskan, almahrum telah di makamkan di Kompleks Pemakaman Pegawai Pemda Provinsi Sulsel, di Jalan Poros Macanda Lingkungan Garaganti, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Proses pemakaman kata dia, berlangsung aman dan kondusif yang dilakukan langsung oleh Tim Gugus Tugas atau Satgas khusus pemakaman jenazah Covid-19.

“Menyangkut pasien tersebut yang berasal dari Sinjai, tadi malam dengan koordinasi gugus tugas atau satgas khusus pemakaman itu sudah diambil langsung dari Rumah Sakit Haji Makassar dan langsung di makamkan,” kata dr Dedet, Jumat (10/2/2020) pagi.

Dari hasil koordinasi dari intelejen Dandim 1424 Sinjai dan Kapolres Sinjai lanjut dr Dedet, setelah dari Rumah Sakit Haji Makassar, MN langsung diantar dengan mobil jenazah menuju ke pemakaman.

“Pasien yang meninggal ini berpenduduk Sinjai tapi tinggal di Makassar, alamatnya di Mallengkeri Luar, Kelurahan Manggasa Rampokalling Kota Makassar,” jelasnya.

“Laporan resmi dari Pak Kapolres dan Pak Dandim semua sudah clear sehingga anaknya yang berangkat malam karena tidak pernah ketemu selama pengobatan, ditengah jalan langsung pulang kembali di Sinjai,” tambahnya.

Lebih lanjut dr Dedet mengatakan, bahwa saat ini salah satu keluarga almarhum sudah ditetapkan sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Namun, kerabatnya tak berada di Kabupaten Sinjai, melainkan tengah berada di Kalimantan

“Dia keluarga almarhum ditemukan pada waktu datang ke Sinjai dan baru di isolasi selama 13 hari, dia berangkat dari Sinjai tanpa melapor. Katanya di Makassar tetapi informasi terakhir dari puskesmas dia sekarang di Kalimantan,” katanya.

Saat ini, pihaknya sementara melakukan pelacakan. Ia berharap mudah-mudahan secepatnya dapat ditemukan

“Semoga segera dapat nomor teleponnya. Kita bisa minta bantuan dari pak Dandim dan Kapolres apakah yang bersangkutan ini benar-benar ada di Makassar atau di Kalimantan,” pungkasnya.

Editor: Andrew Kresna
Editor: Andrew KresnaJumat, 10 April 2020 16:36
Komentar