Logo Header

Setelah Eks Pendukung Prabowo-Sandi Deklarasikan KAMI, Kini Eks Relawan Jokowi-Maruf Deklarasikan KITA

Redaksi
RedaksiSabtu, 22 Agustus 2020 22:16
Setelah Eks Pendukung Prabowo-Sandi Deklarasikan KAMI, Kini Eks Relawan Jokowi-Maruf Deklarasikan KITA

RAGAM.ID – Setelah munculnya gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang disinyalir dipelopori oleh tokoh-tokoh mantan relawan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 lalu.

Kini, para mantan relawan Jokowi-Maruf Amin mendeklarasikan gerakan tandingan yang bernama, KITA (Kerapatan Indonesia Tanah Air).

Deklarasi KITA digelar di Gedung Joeang, Jalan Menteng 31, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2020).

Maman Imanulhaq, salah satu deklarator yang juga mantan Direktur Relawan TKN Jokowi-Amin mengatakan, KITA adalah koalisi independen yang menyemai, mengembangkan dan melestarikan Tanah Air Indonesia sebagai bagian dari diri, identitas dan masa depan bersama.

“KITA Bergerak dalam politik kesadaran yang berusaha membangun masyarakat-yang-terbayang (imagined community) Indonesia yang kreatif dan berkelanjutan,” ujar Anggota DPR Fraksi PKB ini.

Sementara itu, Budayawan Taufik Rahzen mengatakan bahwa peradaban nusantara yang kaya dan beragam, merupakan alas pembentukan Indonesia, sebagai negara bangsa yang ditenun atas asas kemanusiaan yang adil dan beradab.

Diketahui, deklarasi KITA dilakukan oleh beberapa organ relawan di Gedung Joeang Jalan Menteng 31 Jakarta Pusat pada Rabu, 19 Agustus 2020. Acara ini diisi tausyiah dan doa lintas Iman oleh KH. Abun Bunyamin dan Pendeta Jhoan Souhokua.

Rencananya, KITA sebagai gerakan moral akan terus melakukan silaturrahmi kepada tokoh bangsa, lembaga negara, partai politik dan ke daerah-daerah.

Sebelumnya, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI deklarasi di Tugu Proklamasi Jakarta pada Selasa, 18 Agustus 2020. Tokoh yang hadir dalam deklarasi KAMI di antaranya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani.

Selain itu, mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yakni Adhie Massardi, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu, mantan Komisioner KPU Chusnul Mariyah dan lainnya.

Redaksi
RedaksiSabtu, 22 Agustus 2020 22:16
Komentar