Logo Header

Masifkan Sosialisasi Rapid Test, Pemerintah Gandeng LPM Se-Makassar

Redaksi
Redaksi Senin, 15 Juni 2020 21:59
Masifkan Sosialisasi Rapid Test, Pemerintah Gandeng LPM Se-Makassar

RAGAM.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah dan PJ Wali Kota Makassar Yusran Jusuf menjalin kesepakatan untuk menggandeng Lembaga Perberdayaan Masyarakat Se-Makassar dalam memasifkan gerakan sosialiasi pentingnya rapid test bagi masyarakat.

Pertemuan itu berlangsung di Red Corner, Cafe yang berada di depan Rujab Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Jl Yusuf Dg Awing, Makassar, Senin (15/6/2020) malam.

Hadir juga Mantan Ketua PB HMI Arif Rosyid, bareng sejumlah para kelompok milenial Makassar.

Pemerintah Kota Makassar diketahui tak henti melakukan inovasi agar kasus penyebaran Covid-19 di Makassar bisa tertekan.

Salah satunya dengan melibatkan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Se-Makassar..

PJ Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf mengatakan LPM diminta berkontribusi untuk melakukan edukasi secara massif dilingkungan masing-masing.

“Akhir-akhir ini kita melihat banyak warga yang menolak untuk dilakukan rapid test di wilayahnya. Padahal ini penting untuk mencegah secara cepat penyebaran virus di setiap wilayah di Kota Makassar,” kata Yusran.

Menurut Yusran, LPM sebagai pihak yang ditokohkan bisa meredam kondisi ini, dengan memberikan sosialisasi dan pemahaman terkait pentingnya warga melakukan rapid test.

“Mari kita berikan pemahaman kepada warga, bahwa jika kita ingin melakukan deteksi virus lebih cepat, maka kita harus lakukan rapid test. Kerjasama penting antara RT/RW, Lurah dan camat serta LPM,” jelasnya.

Ia menegaskan agar warga tidak takut melakukan rapid test, karena belum tentu hasilnya reaktif.

“Kalau pun reaktif warga bisa melakukan isolasi mandiri. Isolasi kan juga penting untuk kita tidak menyebarkan virus ke orang-orang tersayang kita. Ini yang harus masyarakat paham dan garis bawahi,” Yusran menambahkan.

Dengan bantuan LPM, Yusran berharap ada kesadaran dari masyarakat setempat agar tidak mengulangi penolakan rapid test kembali.

Redaksi
Redaksi Senin, 15 Juni 2020 21:59
Komentar