Logo Header

Asosiasi Perhotelan Sulsel Optimis Sambut Pemulihan Ekonomi Pasca PSBB

Redaksi
Redaksi Kamis, 28 Mei 2020 21:21
Asosiasi Perhotelan Sulsel Optimis Sambut Pemulihan Ekonomi Pasca PSBB

RAGAM.ID, MAKASSAR – Meski Provinsi Sulawesi Selatan belum mendapat restu untuk menerapkan new normal. Namun hal tersebut tak mengurangi optimisme para pelaku industri perhotelan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga mengaku siap dengan penerapan new normal tersebut. Bahkan kata dia, industri perhotelan dan restoran sejak awal telah melakukan protap new normal itu.

“Terkait new normal untuk hotel dan restoran sudah siap dan faktanya saat ini industri hotel dan resto sudah menerapkan protap new normal tersebut,” terang Anggiat Sinaga dilansir dari laman Fajar.co.id, Rabu (27/5/2020).

Seluruh pelayanan dari A to Z kata Anggiat, pihak hotel dan restoran khususnya di Sulsel sudah melakukan protokol kesehatan sesuai yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Bahkan jauh sebelum new normal tersebut digaungkan.

“Misalnya saja setiap pembersihan kamar hotel wajib dilakukan penyemprotan disinfektan, room boy gunakan masker dan sarung tangan. Tamu luar yang check in harus dimintai surat keterangan sehat, sebelum masuk hotel cek suhu tubuh dengan thermo gun, cuci tangan, gunakan hand sanitizer dan seterusnya,” papar Anggiat yang juga merupakan General Manager Hotel Claro Makassar.

Tak sampai disitu, seluruh barang bawaan tamu hotel maupun restoran akan disterilkan terlebih dulu dengan cairan disinfektan sebelum memasuki area hotel dan resto.

Terjangan Corona yang melanda tanah air termasuk Sulsel telah memporak-porandakan sektor perhotelan. PHRI Sulsel mencatat setidaknya 48 hotel di Sulsel hentikan sementara operasionalnya karena sepinya pengunjung akibat pandemi corona.

Hingga saat ini, Anggiat Sinaga belum tahu persis kapan ke-48 hotel tersebut akan beroperasi kembali. “48 hotel yang tutup belum melaporkan kapan akan buka,” aku Anggiat.

Ia pun berharap bencana biologis ini segera berakhir agar roda ekonomi di Sulsel khususnya sektor perhotelan kembali bergairah seperti sediakala.(*)

Redaksi
Redaksi Kamis, 28 Mei 2020 21:21
Komentar