Logo Header

Sejarah Tahun Baru Saka dan Perayaan Nyepi

Editor: Andrew Kresna
Editor: Andrew KresnaRabu, 25 Maret 2020 11:15
Sejarah Tahun Baru Saka dan Perayaan Nyepi

Ragam.id, Bagi umat Hindu, Hari ini (25/3/2020) merupakan hari yang tak seperti biasanya. Hari ini umat Hindu di seluruh Indonesia merayakan Hari Raya Nyepi, yang merupakan dirayakan setiap tahun baru Saka.

Hari suci atau hari raya merupakan hari yang diperingati secara istimewa berdasarkan keyakinan umat. Hari suci atau hari raya mempunyai makna dan fungsi yang sangat penting sebagai penuntun dalam mengarungi dunia kehidupan.

Pada perayaan Hari Raya Nyepi, tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum.

Berdasarkans artikel yang dilansir oleh situs Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), tentang sejarah hari raya nyepi, redaksi ragam.id kemudian merangkumnya, sebagai berikut:

Hari Raya Nyepi merupakan hari raya yang dilaksanakan setiap tahun, yaitu sehari setelah Tileming Sasih Kesanga.

Sejarah mencatat tentang perkembangan lahirnya tahun saka adalah di India.

Pada saat itu di India banyak terdapat suku-suku bangsa dan mereka saling bermusuhan karena ingin menguasai dan menjajah daerah lain. Suku-suku bangsa tersebut seperti Saka (Scythia), Pahlawa (Parthia), Yueh-chi, Yawana dan Malawa. Mereka berkeinginan saling menundukan satu sama lain dan silih berganti dapat menguasai.

Saat Suku Saka mengalami masa jaya dan digdaya mampu mengalahkan dan menundukan suku-suku bangsa lainnya. Suku bangsa Saka adalah suku bangsa pengembara yang terkenal dengan ramah dan riang dalam menghadapi tantangan hidup. Suatu saat suku bangsa Saka terdesak oleh suku-suku lain. Kemudian suku bangsa Saka membuat strategi baru dari perjuangan politik dan militer menjadi kebudayaan.

Karena suku bangsa Saka terkenal dengan kebudayaan yang tinggi benar-benar memasyarakatkan dan diketahu oleh seluruh lapisan masyarakat. Pada 78 masehi, seorang dari Dinasti Kusana bernama Raja Kaniska naik tahta. Raja Kaniska merupakan raja yang bijaksana.

Pada hari Minma tanggal 21 Maret 79, Purnama Waisak kebetulan gerhana bulan menetapkan panchanga atau kalender sistem Saka. Itu untuk mengenal kejayaan dari hari tahunan Saka, merupakan tonggak sejarah yang mampu menutup permusuhan terjadi antara suku-suku.

Tahun Baru Saka bermakna sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan, hari kebersamaan (persatuan dan kesatuan), hari toleransi, hari kedamaian sekaligus hari kerukunan nasional.

Ilustrasi: freepik.com[/caption]

Masuknya agama dan kebudayaan Hindu di Indonesia membawa perubahan yang sangat mendasar bagi bangsa Indonesia terkena pengaruhnya dan menerima Hari Raya Nyepi sebagai Tahun Baru Saka.

Umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi dengan tidak melaksanakan aktivitas duniawi apapun. Hidup tanpa aktivitas fisik, ini dimaksud adalah untuk memadamkan kobaran api indriya atau nafsu.(*)

Karena suasananya yang khas yaitu sepi atau sunyi, maka disebut sebagai Hari Raya Nyepi.

Editor: Andrew Kresna
Editor: Andrew KresnaRabu, 25 Maret 2020 11:15
Komentar