Kritik Kebijakan Gubernur NA, Suryadi Yamin: Lebaran Bukan Sekedar Baju Baru

RAGAM.ID, MAKASSAR – Salah seorang pegiat sosial, Suryadi Yamin melemparkan sebuah kritik yang ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Selatan terkait kebijakannya yang memberi kelonggaran aktivitas di sejumlah tempat seperti Mal, Pusat Pertokoan, dan Pasar.
Kritik tersebut ia lemparkan dalam postingan instagram @inikatasulsel Sabtu (16/5/2012). Sontak postingan tersebut menuai banyak respon dari berbagai kalangan.
Suryadi menuliskan bahwa pembatasan yang dilakukan pemerintah terhadap berbagai kegiatan ibadah secara berjamah, telah membuat Ramadhan Tahun 1441 Hijriyah/ 2020 Masehi akan berlalu tanpa shalat fardhu berjamaah, shalat tarawih berjamaah, dan I’tikaf di Masjid.
“Sementara Lebaran belum jelas apakah akan dilakukan di Masjid/Lapangan Terbuka atau Terpaksa #DiRumahSaja.” Tulis Suryadi dikutip dari laman Instagram @inikatasulsel, Sabtu (16/5/2012).
Berbagai pembatasan tersebut, baginya akan membuat Ramadhan yang akan berakhir dengan menyisakan kesedihan mendalam bagi umat muslim. Sebab tak dapat berburu pahala kebaikan dan meraih derajat Taqwa dengan beribadah di Rumah Allah.
Dibalik berbagai kebijakan pembatasan aktivitas di rumah ibadah, Suryadi menyayangkan kebijakan Gubernur yang malah hendak mengeluarkan kebijakan pelonggaran aktivitas di berbagai pusat-pusat kegiatan ekonomi.
“anehnya, ketika pandemi covid-19 tak kunjung berakhir dan PSBB masih berjalan, pemerintah malah berencana untuk memberikan kelonggaran aktivitas perekonomian di sejumlah tempat seperti mall, pusat pertokoan, dan pasar.” Ungkap Suryadi
Ia berpendapat bahwa selain karena urusan perputaran ekonomi, Tujuan dari kebijakan kebijakan tersebut ialah “untuk mengakomodasi kebutuhan lebaran warga seperti belanja baju baru dan kue lebaran”.
Ia meminta keseriusan pemerintah, aparat keamanan, dan termasuk di MUI. Agar sekiranya juga memikirkan dan mengatur cara aman beribadah dan pembatasan sosial di masjid. Bukan dengan menutup tempat ibadah, namun melonggarkan aktivitas di pusat-pusat keramaian lainnya.
Pada akhir tulisan yang dibuatnya, ia melemparkan kritik yang ditujukan langsung kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Pj. Walikota Makassar, Yusran Yusuf, yang berbunyi demikian:
“Tabe pak Gub, Pj Walikota! Kami ber-ramadhan untuk meraih taqwa, bukan beli baju baru dan kue lebaran!!! Wallahu a’lam bish-shawab.” Tutup Suyadi. (*)
- 1
- 2
- 3
- 4