Tebaran.com

PTPN I Kucurkan Investasi Rp26,76 Triliun Dorong Hilirisasi Perkebunan dan Ketahanan Pangan

TEBARAN.COM,​JAKARTA — PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mengambil langkah strategis dengan menyiapkan investasi jumbo sebesar Rp26,76 triliun. Langkah ini dirancang untuk memperkuat rantai hilirisasi industri perkebunan nasional mulai dari sektor hulu (on-farm) hingga hilir (off-farm).

​Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, mengungkapkan bahwa investasi ini merupakan bentuk komitmen konkret perusahaan dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada agenda swasembada pangan, ketahanan energi, penciptaan lapangan kerja, serta pemerataan ekonomi daerah.

​”Sebagai BUMN perkebunan dengan aset lahan dan komoditas yang sangat besar, PTPN I mengambil inisiatif untuk mendukung program Asta Cita secara sistematis melalui investasi Rp26,76 triliun ini,” ujar Rivai saat memberikan keterangan di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

​Fokus Hulu ke Hilir: Bangun 25 Fasilitas Pengolahan Modern

​Strategi transformasi ini akan dijalankan melalui peta jalan (roadmap) empat tahunan periode 2025–2029. Alokasi investasi dibagi ke dalam dua fokus utama:

​Sektor Hulu (On-Farm) — Rp16,34 Triliun Difokuskan untuk peremajaan (replanting) dan intensifikasi komoditas dengan mencakup areal perkebunan seluas 342.321 hektare.

​Sektor Hilir (Off-Farm) — Rp10,42 Triliun Dialokasikan untuk membangun 25 fasilitas pengolahan modern yang tersebar di wilayah-wilayah strategis di seluruh Indonesia.

​Melalui integrasi ini, PTPN I akan mengembangkan sejumlah komoditas prioritas, seperti tebu, kelapa sawit, jagung, kelapa, karet, kopi, kakao, jambu mete, hingga pala.

​Tak hanya untuk pangan, komoditas jagung juga bakal diolah menjadi bahan baku bioetanol guna mendukung percepatan transisi energi baru dan terbarukan (EBT) nasional.

​Progres Sektor Hulu & Efek Ekonomi Daerah

​Rivai menjelaskan bahwa penerapan investasi dilakukan dengan analisis kelayakan bisnis yang ketat serta jaminan pembeli siaga (off-taker) agar ekosistem bisnis berjalan secara berkelanjutan.

​Hingga awal Oktober 2026, capaian pengembangan hulu sudah mulai terlihat nyata:

​Komoditas Karet: Mencapai 1.479 hektare.

​Komoditas Jagung: Mencapai 1.125 hektare.

​Total Realisasi On-Farm: Diproyeksikan menembus 11.516 hektare hingga akhir 2026, atau setara dengan 59–60% dari target tahunan.

​Selain meningkatkan daya saing industri agro, investasi padat karya ini diharapkan memicu tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di berbagai pelosok daerah. PTPN I juga melibatkan petani lokal melalui skema kemitraan perkebunan plasma untuk memastikan ketersediaan bahan baku sekaligus mengangkat kesejahteraan masyarakat sekitar.

 

Exit mobile version