MAKASSAR — Bank Sulselbar kembali menegaskan posisinya sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang tidak hanya tangguh secara finansial, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja. Lewat konsistensi dan inovasi tata kelola ketenagakerjaan, Bank Sulselbar dinilai sukses menjadi role model BPD di Indonesia.
Keberhasilan ini didorong oleh pencapaian 100% coverage kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh karyawan, ketepatan pembayaran iuran tanpa tunggakan, serta integrasi sistem payroll langsung dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Perlindungan Day-1 dan Budaya K3 yang Berkelanjutan
Komitmen perlindungan kerja di Bank Sulselbar diterapkan tanpa kompromi. Seluruh pegawai—baik berstatus tetap maupun kontrak—langsung mendapatkan perlindungan lengkap mencakup empat program (JKK, JKM, JHT, dan JP) sejak hari pertama bekerja (day-1 coverage).
Tidak berhenti pada standar minimal regulasi pemerintah (PP No. 44 & 45/2015), manajemen juga menyempurnakan kesejahteraan karyawan dengan memberikan tambahan asuransi kesehatan swasta serta program pensiun manfaat pasti.
“Penghargaan ini bukan sekadar tujuan akhir, melainkan sebuah amanah. Kami ingin membuktikan bahwa bank daerah harus hadir tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga menjadi pelindung utama bagi para pekerjanya serta masyarakat di Sulsel dan Sulbar,” tegas Manajemen Bank Sulselbar.
Tegas pada Vendor, Peduli Pekerja Rentan
Dukungan penuh jajaran Direksi menjadi kunci utama keberhasilan ini. Kepatuhan Jamsostek telah dijadikan salah satu Key Performance Indicator (KPI) compliance perusahaan. Bahkan, Direksi menerapkan aturan ketat bagi seluruh vendor alih daya (outsourcing—seperti security, driver, hingga cleaning service). Bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan aktif menjadi syarat mutlak dalam setiap kontrak pengadaan.
Guna memastikan kepatuhan di seluruh pelosok daerah, Bank Sulselbar menyiapkan strategi digitalisasi monitoring melalui dashboard SDM, edukasi berkala, serta sanksi tegas berupa blacklist bagi vendor yang tidak mematuhi aturan.
Di sisi lain, kepedulian Bank Sulselbar meluas hingga ke masyarakat sekitar melalui program CSR “Sulselbar Peduli Pekerja Rentan” dan Program Sertakan. Bank rutin menyalurkan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU) bagi pekerja informal—seperti pengemudi ojek, petani, nelayan, dan pedagang pasar—serta mengintegrasikan kepesertaan BPJS dalam setiap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan UMKM.
Sinergi Kuat 3 Pilar dan Inovasi Digital
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari sinergi aktif 3 pilar antara Bank Sulselbar, BPJS Ketenagakerjaan, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Bentuk kolaborasi nyata tersebut meliputi:
- Co-branding dan sosialisasi edukatif di 28 jaringan kantor cabang.
- Inovasi Digital: Kemudahan bagi nasabah dan karyawan untuk mengecek saldo JHT langsung melalui aplikasi Sulselbar Mobile.
- Dukungan Program Daerah: Menjadi bank penyalur dan fasilitator utama program Pemprov Sulsel, “Sulsel Melindungi”.
Tatap Jamsostek Award Nasional & Zero Accident
Menatap masa depan, Bank Sulselbar memasang target tinggi untuk meraih Jamsostek Award Tingkat Nasional serta mewujudkan Zero Accident (Nihil Kecelakaan Kerja).
Langkah konkret yang kini tengah disiapkan antara lain perluasan cakupan perlindungan hingga 10.000 pekerja rentan binaan, digitalisasi proses klaim JKK agar lebih cepat dan transparan, serta pembentukan Agent of Protection di setiap kantor cabang untuk mengawal budaya keselamatan dan perlindungan kerja secara berkelanjutan.
