TEBARAN.COM,MAKASSAR — Penyampaian Visi dan Misi Calon Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Sulawesi Selatan periode mendatang berlangsung hangat dan dinamis di Hotel Ramedo, Makassar, Selasa (13/10/2026). Dalam forum Musyawarah Wilayah (Muswil) I tersebut, Fauziah Zulfitri, S.Psi., M.M., PCC — yang akrab disapa Kak Ochy — mencuri perhatian publik alumni lewat pemaparan gagasan yang tegas, terstruktur, dan inspiratif.
Sebagai satu-satunya kandidat perempuan dalam kontestasi ini, Kak Ochy tampil sangat unggul. Ia membawa perspektif kepemimpinan yang matang dari pengalamannya mengelola organisasi, memimpin bisnis, serta mendampingi pengembangan sumber daya manusia (SDM) di berbagai sektor industri.
Solusi Manajemen Waktu dan Kolaborasi Pendanaan
Saat disinggung mengenai pembagian waktu dan prioritas dalam mengurus ILUNI UI Sulsel di masa depan, praktisi coaching dan kepemimpinan ini menegaskan komitmennya lewat manajemen waktu yang disiplin.
”Waktu pasti akan terbagi, dan orang yang mengenal saya paham bahwa manajemen waktu saya sangat disiplin. Apapun yang saya lakukan semuanya terintegrasi. Energi saya bisa terbagi untuk menjalankan tanggung jawab memimpin, dan semua langkah pasti sudah ada planning-nya,” tegas Kak Ochy.
Terkait transparansi dan sumber pendanaan organisasi, Kak Ochy menawarkan pendekatan kolaboratif berbasis jejaring (networking). Menurutnya, potensi alumni UI sangat besar untuk menggaet kemitraan strategis dengan dunia industri tanpa harus melulu bergantung pada iuran.
”Sistem iuran tahunan perlu dibicarakan bersama sebelum diputuskan. Namun, banyak program yang bisa kita jalankan melalui koneksi dan kolaborasi dengan perusahaan (company). Alumni UI itu hebat-hebat. Masa jabatan tiga tahun sangat cukup untuk membangun pondasi yang kokoh bagi regenerasi selanjutnya,” lanjutnya.
Filosofi Kepemimpinan HATI: Empati dan Profesionalisme
Mengusung jargon ILUNI dengan HATI, Kak Ochy menekankan pentingnya Human-Centered Leadership (kepemimpinan berbasis manusia). Filosofi ini berdiri di atas empat pilar utama: Empathy (Empati), Excellence (Keunggulan), Collaboration (Kolaborasi), dan Integrity (Integritas).
Ia meluruskan anggapan bahwa kepemimpinan berbasis empati terkesan lembek. Menurutnya, empati dan ketegasan justru saling melengkapi.
“Kepemimpinan dengan HATI bukan berarti mengesampingkan logika dan ketegasan. Justru di situlah empati, profesionalisme, dan integritas harus berjalan bersama untuk menghasilkan manfaat nyata,” terangnya.
Program Kerjanya Berdampak dan Terukur
Tidak sekadar membuat kegiatan seremonial, Kak Ochy berkomitmen menghadirkan indikator keberhasilan (KPI) yang terukur untuk setiap program kerja ILUNI UI Sulsel. Mulai dari tingkat partisipasi alumni, efektifitas program mentoring, peluang kerja sama bisnis, hingga dampak program sosial ke masyarakat.
“Organisasi alumni tidak boleh berhenti sekadar tempat bernostalgia atau berkumpul kembali. ILUNI UI harus menjadi ruang saling menguatkan, membuka kesempatan, dan menghasilkan karya bersama. Kehangatan membangun rasa memiliki, sementara profesionalisme memastikan setiap gerakan memiliki arah dan hasil,” tutup Kak Ochy mengutip prinsipnya: “The true measure of leadership is not the height of your success, but the depth of your contribution and the legacy you leave behind.”
Dengan membawa visi sederhana namun mendalam — “Hangat Bersama, Tajam Berdampak” — Kak Ochy siap memberikan kontribusi terbaiknya bagi almamater Universitas Indonesia dan kemajuan wilayah Sulawesi Selatan.
