TEBARAN.COM,JAKARTA — Konsorsium internasional proyek SustainaBlue resmi menyelesaikan seluruh tonggak capaian utama setelah tiga tahun menjalankan kolaborasi intensif. Dibiayai oleh Uni Eropa melalui program Erasmus+, proyek ini berhasil membentuk Pusat Ekonomi Biru Berkelanjutan (Sustainable Blue Economy Centers/SBEC), mengembangkan platform digital Blue & Green Acceleration Platform, serta meluncurkan program peningkatan kapasitas tenaga pendidik di Malaysia dan Indonesia. 9 Oktober 2026
Proyek yang mengadopsi model Quintuple Helix ini mengintegrasikan lima sektor kunci: perguruan tinggi, industri, pemerintah, masyarakat sipil, dan lingkungan. Dari Indonesia, kolaborasi dipelopori oleh PT Pandu Bina Sejahtera bersama Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Tonggak Capaian Utama SustainaBlue:
Pendirian SBECs di 4 Perguruan Tinggi: Menjadikan kampus di Indonesia dan Malaysia sebagai hub kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah daerah.
Peluncuran Blue & Green Acceleration Platform: Wadah komunitas digital untuk mempertemukan inovator, industri, dan peluang dalam ekonomi biru dan hijau (akses via learning-sustainablue.eu).
Kajian Pasar Tenaga Kerja & Rekomendasi Vokasi: Mengidentifikasi kesenjangan keterampilan teknis, digital, dan hijau guna membentuk tenaga kerja masa depan yang kompetitif.
Program Training of Trainers (ToT): Meningkatkan kapasitas staf akademik dan administrasi dalam merancang kurikulum berbasis keterampilan hijau dan biru.
”Melalui SustainaBlue dan pendekatannya yang menyeluruh, kami memastikan bahwa setiap inovasi, kebijakan, dan upaya pendidikan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kesehatan ekosistem laut bagi generasi mendatang,” ungkap Sarelakos Giorgos, Presiden Aegean Rebreath, salah satu mitra konsorsium dari Yunani.
Konsorsium SustainaBlue terdiri dari 11 mitra lintas negara yang mencakup Universitas Indonesia, ITS, PT Pandu Bina Sejahtera (Indonesia); Universiti Malaysia Terengganu, Universiti Sains Malaysia, Persatuan Pembangunan Akuakultur Malaysia (Malaysia); University of the Aegean, Aegean Rebreath, Symplexis (Yunani); serta Oceanography Centre–University of Cyprus dan Center for Social Innovation (Siprus).
