Tebaran.com

Kepala BPOM Taruna Ikrar Bedah Rahasia “Neuroleadership” di Unram, Kunci Pemimpin Masa Depan!

TEBARAN.COM,MATARAM — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., memberikan kuliah umum di Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat. Dalam kesempatan ini, ia membeberkan pentingnya kepemimpinan berbasis neurosains (neuroleadership) untuk menjawab berbagai tantangan nasional maupun global.

​Acara yang dihadiri jajaran pimpinan, dosen, hingga ratusan mahasiswa Unram ini menjadi ajang dialog interaktif mengenai arah kepemimpinan masa depan. Taruna Ikrar menegaskan bahwa era perubahan yang cepat—didorong oleh kecerdasan buatan, teknologi kesehatan, hingga dinamika geopolitik—menuntut pendekatan kepemimpinan yang berbeda. Pemimpin masa depan tidak lagi cukup hanya mengandalkan kemampuan administratif dan kecerdasan intelektual.

​”Seorang pemimpin perlu memiliki kematangan emosional, kemampuan berpikir kritis, empati, integritas, serta keberanian mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah,” ujar Taruna Ikrar.

​Melalui neuroleadership, cara kerja otak dioptimalkan untuk pengambilan keputusan, pengendalian emosi, dan pengelolaan organisasi. Landasan ilmiah ini merujuk pada konsep neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk terus belajar, membentuk koneksi saraf baru, dan mengadaptasi kebiasaan positif sepanjang hidup.

​Dari kacamata pengawasan obat dan makanan serta pembangunan nasional, pendekatan ini krusial untuk meningkatkan kualitas birokrasi, inovasi pelayanan publik, hingga penguatan ketahanan kesehatan nasional. Kualitas manusia yang mampu mengelola perubahan secara rasional dan etis menjadi penentu utama kemajuan bangsa.

​Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi BPOM RI, antara lain Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Mohamad Kashuri; Staf Khusus Kepala BPOM RI dr. Wachyudi Muchsin; Plt. Deputi IV BPOM RI Mayagustina Andarini; beserta jajaran pimpinan eselon II dan III. Sinergi ini sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara lembaga pemerintah dan perguruan tinggi dalam melahirkan generasi muda yang cerdas, adaptif, dan berintegritas.

​

Exit mobile version