TEBARAN.COM,MAKASSAR — Tiga puluh persen dukungan Senat Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi mengalir ke Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof. Suwardi Annas. Langkahnya maju dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM periode 2026–2031 kian mantap saat menyerahkan berkas pendaftaran di Gedung Merah Pinisi, Rabu (7/10/2026).
Pendaftaran Suwardi tak sekadar formalitas biasa. Ia datang memboyong dukungan masif, didampingi hampir 50 guru besar, lima dekan, serta perwakilan dari seluruh 10 fakultas di UNM. Bahkan, salah satu kandidat calon rektor lainnya, Prof. Sukardi Weda, turut hadir mengantarnya.
”Saya didampingi oleh hampir 50 guru besar dan perwakilan dari seluruh 10 fakultas yang ada,” ujar Suwardi usai menyerahkan berkas pendaftaran.
Tercatat sebagai pendaftar kelima, Suwardi menegaskan keputusannya maju bertolak dari keinginan melanjutkan kepemimpinan kampus berumur 65 tahun tersebut. Bagi Suwardi, potensi besar UNM—mulai dari SDM dosen, aset, jumlah program studi, hingga produktivitas riset—membutuhkan sinergi yang tepat agar mampu bersaing di tingkat global.
”Kalau diberi amanah, saya akan mensinergikan semua potensi untuk mewujudkan UNM yang semakin maju, berkarakter, bereputasi internasional, dan tetap berakar pada kearifan lokal,” jelasnya.
Pengalaman Pengelolaan Kampus dan Modal Jalur Senat
Suwardi mengklaim modal kepemimpinannya sudah teruji. Pernah menjabat wakil dekan selama 8 tahun dan kini memasuki tahun kedelapan sebagai Dekan FMIPA, ia mengaku paham betul seluk-beluk dinamika kampus. Rekam jejak akademiknya juga diperkuat dengan latar belakang pendidikan dari UNM, IPB University, hingga Osaka Prefecture University.
Tak hanya mengandalkan rekam jejak, Suwardi mengeklaim telah mengantongi tiket menuju tiga besar berkat dukungan lebih dari 30 persen dari total 64 anggota Senat UNM.
Meski begitu, ia menekankan pendekatan yang dibangun ke para anggota senat bukan sekadar perburuan suara, melainkan ruang diskusi substantif untuk masa depan kampus.
”Kami tidak hanya bicara dukung-mendukung, tetapi berdiskusi mengenai kondisi dan arah pengembangan UNM. Penting melibatkan semua elemen—pimpinan, dosen, hingga mahasiswa—dalam pengambilan kebijakan agar UNM tetap kondusif, aman, dan damai,” pungkasnya.
Peta persaingan Pilrek UNM 2026–2031 kini makin memanas. Sebelum Suwardi mendaftar, empat nama besar telah lebih dulu menyerahkan berkas, yaitu Wakil Rektor III Prof. Arifin Manggau, Mantan Wakil Rektor IV Prof. Eko Hadi Sujiono, Wakil Rektor I Prof. Andi Aslinda, dan Guru Besar FBS Prof. Sukardi Weda.
