Tebaran.com

Kepala BPOM Taruna Ikrar Paparkan Neuroleadership di Sespimti Polri Dikreg ke-36

TEBARAN.COM,LEMBANG — Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. membekali para calon pemimpin strategis dalam Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-36 di Lembang, Bandung, Kamis (27/8/2026). Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya neuroleadership (kepemimpinan berbasis neurosains) untuk menjawab tantangan pengawasan obat keras ilegal hingga persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

​Poin-Poin Utama Paparan:

​Konsep Neuroleadership: Pemimpin masa depan tidak hanya mengandalkan kewenangan dan kecerdasan intelektual, tetapi harus mampu memahami mekanisme otak untuk mengelola tekanan, mengendalikan emosi, serta mengambil keputusan rasional berisiko tinggi secara cepat.

​Sinergi BPOM & Polri: Penanganan peredaran obat keras ilegal memerlukan kolaborasi lintas lembaga, pemanfaatan teknologi, dan pendekatan berbasis intelijen guna menciptakan kepastian hukum dan ekosistem usaha yang sehat.

​Menghadapi Tantangan Global 2045: Pemimpin strategis dituntut adaptif terhadap lompatan teknologi (seperti AI, bioteknologi, dan otomatisasi), dinamika geopolitik, serta pergeseran ekonomi global.

​Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat eselon 1 dan 2 BPOM, di antaranya Sekretaris Utama Irjen Pol Jayadi, Deputi IV Irjen Pol Tubagus Ade Hidayat, Staf Khusus Arina Arsyad dan Wachyudi Muchsin, serta Ketua DWP BPOM dr. Elfi Ikrar.

 

 

Exit mobile version