Lansia 77 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Kelurahan Bitowa Perkuat Pengawasan Warga Rentan
TEBARAN.COM,MAKASSAR — Warga Jalan Dg Hayo Pattunuang, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, dihebohkan dengan penemuan jenazah seorang wanita lansia berinisial M (77) di kediamannya pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 14.30 WITA. Almarhumah yang tinggal seorang diri tersebut pertama kali ditemukan oleh tetangganya dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Penemuan ini bermula dari kecurigaan seorang saksi, Hj. NR, yang tak melihat korban beraktivitas selama beberapa hari. Mengingat almarhumah sebelumnya pernah mengeluh sakit, saksi memutuskan untuk membesuk. Saat tiba di lokasi, pintu rumah ditemukan tidak terkunci dan korban didapati sudah meninggal dunia.
Saksi lantas melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RW setempat, Zaenal, yang kemudian meneruskannya ke Bhabinkamtibmas AIPTU Arham dan pihak kepolisian. Sekitar pukul 16.00 WITA, Tim Inafis Polrestabes Makassar tiba di lokasi untuk mengamankan dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitowa, AIPTU Arham, membenarkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit. “Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, almarhumah memang sering mengeluhkan sakit kepala serta maag kronis, dan sehari-hari tinggal sendirian,” ujarnya.
Pihak keluarga melalui cucu korban, AI, memutuskan untuk menolak otopsi karena meyakini almarhumah meninggal akibat sakit yang diidapnya sejak lama. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Pemakaman Pattunuang.
Evaluasi Penanganan dan Kepedulian Warga Rentan
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi otoritas lokal dan komunitas warga setempat. Ketua Selter Warga Kelurahan Bitowa, Febriantari, menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan sosial terhadap kelompok rentan pasca-kejadian ini.
”Ini menjadi evaluasi besar bagi kami. Ke depan, perhatian dan interaksi terhadap warga lansia yang tinggal sendiri atau jarang dikunjungi keluarga harus diperketat melalui koordinasi intensif bersama RT/RW,” tegas Febriantari.
Sementara itu, Pemerintah Kelurahan Bitowa turut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas berpulangnya almarhumah. Lurah Bitowa mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak membiarkan lansia terisolasi dari lingkungan.
”Kami mengimbau seluruh Ketua RT/RW, kader, dan warga agar meningkatkan pemantauan terhadap lansia rentan. Jangan sampai ada warga kita yang luput dari perhatian lingkungan. Mari jadikan peristiwa ini pengingat untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial,” ungkap Lurah Bitowa.
