TEBARAN.COM,JAKARTA — Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., genap menapaki dua tahun kepemimpinannya sebagai Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agustus 2026. Momen “Saujana Bhakti” ini menjadi pijakan refleksi atas transformasi mendasar, kerja keras, dan dedikasi BPOM dalam melindungi kesehatan masyarakat.
Peringatan dua tahun kepemimpinan ini ditandai melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) SDM BPOM RI di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Jakarta. Acara ini disaksikan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan Arif Fakrulloh dan Menteri PANRB Rini Widyantini, yang semakin memperkuat arah transformasi birokrasi dan modernisasi SDM di tubuh BPOM.
Dalam sambutannya, Kepala Biro SDM BPOM Irwansyah menyoroti pentingnya merespons tantangan masa depan melalui pengelolaan aparatur yang adaptif, berintegritas, dan berbasis teknologi. Sebagai langkah nyata, BPOM resmi meluncurkan empat inovasi digital pengelolaan SDM:
MENTARI (Manajemen Talenta Terintegrasi): Sistem pengembangan talenta yang terukur dan berbasis kebutuhan organisasi.
KIRA AI (Knowledge & Information Resource Assistant): Asisten berbasis kecerdasan buatan untuk akses pengetahuan dan informasi SDM.
SIMAKIN (Sistem Informasi Manajemen Kinerja Individu): Platform pemantauan kinerja pegawai secara terintegrasi dan sistematis.
KARFIS (Karir Fungsional Information System): Sistem pengelolaan dan akselerasi karier jabatan fungsional.
Di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar, BPOM terus didorong untuk adaptif terhadap perkembangan kecerdasan buatan, bioteknologi, precision medicine, serta hilirisasi industri farmasi dan pangan. Salah satu pencapaian internasional terbesarnya adalah keberhasilan BPOM masuk dalam WHO Listed Authority (WLA), yang makin mengukuhkan posisi Indonesia dalam regulasi kesehatan global.
Dari sisi akuntabilitas tata kelola, BPOM sukses mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK sebanyak 11 kali berturut-turut. Di tingkat daerah, melalui 77 Unit Pelaksana Teknis (UPT), BPOM aktif mengawal keamanan pangan—termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)—serta mendampingi UMKM dan memacu kolaborasi Academic, Business, Government (ABG) demi mengoptimalkan biodiversitas lokal menjadi obat bahan alam berkualitas.
Dua tahun kepemimpinan Taruna Ikrar menjadi bukti nyata transformasi lembaga: membumi dalam pengabdian kepada masyarakat, mengakar dalam kepercayaan publik, dan menjulang tinggi dalam prestasi internasional.
