Apresiasi Presiden Prabowo untuk BPOM: Langkah Menuju Regulator Kesehatan Berkelas Dunia
TEBARAN.COM,JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., atas kinerja dan berbagai capaian BPOM yang semakin memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.
Apresiasi tersebut disampaikan Presiden Prabowo kepada Taruna Ikrar di sela-sela rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Pertemuan singkat tersebut menjadi momentum penting bagi BPOM. Presiden memberikan perhatian terhadap perkembangan dan capaian lembaga pengawas obat dan makanan Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir semakin mendapatkan pengakuan di tingkat global.
Di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar, BPOM terus memperkuat transformasi kelembagaan, kualitas regulasi berbasis sains, pengawasan obat dan makanan, serta diplomasi regulatori Indonesia di forum internasional. Salah satu tonggak terpenting adalah pengakuan BPOM sebagai WHO Listed Authority (WLA), yang memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem regulatori produk kesehatan global.
Bagi Taruna Ikrar, apresiasi Presiden tersebut merupakan penghargaan sekaligus amanah bagi seluruh keluarga besar BPOM untuk bekerja semakin baik dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Apresiasi Bapak Presiden merupakan energi dan amanah bagi seluruh jajaran BPOM. Capaian ini bukan keberhasilan individu, tetapi hasil kerja bersama seluruh insan BPOM di pusat dan daerah serta dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Taruna.
Taruna menegaskan, pengakuan internasional terhadap BPOM harus diterjemahkan menjadi manfaat konkret bagi masyarakat dan bangsa. BPOM tidak hanya dituntut menjadi regulator yang kuat di dalam negeri, tetapi juga harus mampu menjadi bagian penting dalam membangun daya saing industri farmasi, obat bahan alam, produk biologi, kosmetik, dan pangan olahan Indonesia di pasar dunia.
Menurutnya, keberhasilan membawa BPOM semakin diperhitungkan dalam ekosistem regulatori global juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk membangun kemandirian bangsa, termasuk kemandirian di bidang kesehatan dan farmasi.
BPOM karena itu terus memperkuat regulatory science, transformasi digital, peningkatan kapasitas laboratorium, pengembangan sumber daya manusia, percepatan pelayanan publik, serta kerja sama dengan berbagai regulator dan institusi internasional.
Pada saat yang sama, BPOM mengambil peran dalam mengawal berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo, termasuk keamanan pangan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan industri farmasi nasional, hilirisasi hasil penelitian, pemberdayaan UMKM, pengembangan obat bahan alam, serta pengawasan obat dan pangan hingga ke daerah.
Taruna mengatakan capaian internasional BPOM tidak boleh membuat institusi berpuas diri. Status dan kepercayaan global justru membawa tanggung jawab lebih besar untuk memastikan standar pengawasan di Indonesia terus meningkat dan sejajar dengan praktik terbaik dunia.
“BPOM mendunia bukanlah tujuan akhir. Pengakuan dunia harus kita gunakan untuk memperkuat kedaulatan kesehatan, meningkatkan daya saing produk Indonesia, dan yang paling utama memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat. Kami akan terus bekerja untuk mewujudkan visi besar Presiden Prabowo menuju Indonesia yang kuat, mandiri, sehat, dan disegani dunia,” kata Taruna.
Momentum Sidang Tahunan MPR RI 2026 tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah lembaga negara tidak hanya diukur dari pencapaian administratif, tetapi dari seberapa besar keberadaannya memberikan manfaat kepada rakyat sekaligus mengangkat posisi Indonesia di panggung internasional.
Apresiasi Presiden Prabowo kepada Taruna Ikrar pun menjadi dorongan bagi seluruh jajaran BPOM untuk melanjutkan transformasi. Dari lembaga pengawas nasional, BPOM kini diarahkan menjadi regulator berkelas dunia yang mampu menjaga kesehatan masyarakat sekaligus membuka jalan bagi inovasi dan produk Indonesia untuk semakin dipercaya di pasar global.
- 1
- 2
- 3
- 4
