TEBARAN.COM,JAKARTA – Koperasi Peternak Rakyat Kendal membatalkan rencana aksi unjuk rasa yang semula dijadwalkan pada 10 Agustus 2026. Keputusan ini diambil usai Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk menstabilkan harga telur dan menekan biaya produksi peternak.
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, mengapresiasi komitmen Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan—mulai dari industri pakan, Bulog, hingga Satgas Pangan Polri—dalam Rapat Koordinasi di Jakarta, Senin (3/8).
”Langkah cepat Pak Menteri memberikan harapan agar harga telur segera membaik. Kami merasakan pemerintah benar-benar hadir untuk peternak kecil,” ujar Suwardi.
Beberapa poin penting hasil kesepakatan tersebut meliputi:
Penahanan Harga Pakan: Industri pakan sepakat menunda kenaikan harga pakan dan konsentrat.
Penyerapan Telur: Kementan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar telur peternak diserap untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500/kg, serta mendorong skema Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Percepat Distribusi Jagung SPHP: Akselerasi pasokan jagung murah untuk menekan biaya produksi di daerah.
Pengawasan Ketat Satgas Pangan: Penindakan tegas terhadap pihak yang membeli atau menjual telur jauh di bawah harga acuan.
Sebagai bentuk rasa syukur atas solusi konkret ini, para peternak Kendal bahkan berkomitmen untuk menggelar aksi sosial berbagi ayam kepada masyarakat begitu harga telur kembali normal.
