TEBARAN.COM,MAKASSAR — Ratusan warga yang tergabung dalam Lembaga Missi Reclassering Republik Indonesia (LMR-RI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (4/8/2026). Aksi yang didominasi oleh kelompok ibu-ibu tersebut menyuarakan penolakan terhadap dugaan intervensi oknum mahasiswa dalam sengketa lahan yang sedang berjalan di pengadilan.
Para pengunjuk rasa membawa sejumlah spanduk dan poster berisi kecaman terhadap mafia tanah serta imbauan agar seluruh pihak menghormati proses hukum. Salah satu poster mencolok bertuliskan “PMII tidak memihak ke masyarakat kecil”, yang merujuk pada kekecewaan warga atas aksi segelintir oknum yang mengatasnamakan PMII Makassar dalam perkara tersebut.
Salah satu peserta aksi sekaligus ahli waris dari Halim Bin Moha, Nursiah, menyayangkan sikap para mahasiswa yang dinilai memperkeruh sengketa lahan mereka di meja hijau.
“Mahasiswa mestinya lebih jernih berpikir sebelum bertindak. Jangan sampai termakan hasutan pihak yang serakah dan ingin menguasai lahan yang bukan haknya,” tegas Nursiah di lokasi aksi.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, massa sempat berupaya memasuki area kampus UMI untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung. Namun, petugas keamanan kampus berkesigapan menahan rombongan di luar gerbang utama sehingga situasi tetap terkendali dan tidak menimbulkan kerusakan.
Sebelum mendatangi kampus UMI pada siang hari, massa LMR-RI terlebih dahulu menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri Makassar sejak pagi. Mereka menuntut agar hakim memutus perkara sengketa lahan tersebut secara adil dan bebas dari intervensi luar. Seluruh rangkaian aksi berakhir secara tertib tanpa memicu bentrokan.
