Appi Tegaskan Tetap Setia di Partai Golkar, Bantah Isu Hengkang Usai Musda Golkar Sulsel
TEBARAN.COM,MAKASSAR – Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar yang juga Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan dirinya tetap menjadi kader Partai Golkar dan membantah isu yang menyebut dirinya akan meninggalkan partai berlambang pohon beringin tersebut usai Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan.
Politisi yang akrab disapa Appi itu memastikan komitmennya terhadap Partai Golkar tidak berubah. Ia menegaskan hingga saat ini tidak memiliki rencana bergabung dengan partai politik lain.
“Saya masih tetap kader Partai Golkar. Sampai saat ini, saya masih di Golkar,” tegas Appi, Kamis (16/7).
Menanggapi isu yang mengaitkan keberangkatannya ke luar negeri dengan dinamika Musda Golkar Sulsel, Appi menjelaskan bahwa dirinya tengah menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci. Menurutnya, perjalanan tersebut telah direncanakan sejak awal tahun 2026 dan beberapa kali tertunda karena padatnya agenda.
“Rencana umrah ini sudah lama, hanya saja terus tertunda. Baru sekarang ada waktu yang tepat bagi saya untuk berangkat beribadah ke Tanah Suci,” ujarnya.
Appi mengatakan keberangkatan tersebut murni untuk beribadah dan sama sekali tidak berkaitan dengan pelaksanaan Musda Golkar Sulsel maupun dinamika politik internal partai.
Bahkan, demi menunaikan ibadah umrah, Appi mengaku membatalkan agenda penting sebagai pembicara pada sebuah forum internasional di Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli 2026.
Sebagai Wali Kota Makassar, Appi menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menjalankan amanah memimpin Kota Makassar serta memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai target demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Fokus saya sekarang adalah bekerja sebagai Wali Kota Makassar, memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik,” katanya.
Appi juga mengajak seluruh kader Partai Golkar untuk menghormati proses Musda yang berlangsung sebagai mekanisme organisasi yang sah. Ia menilai setiap keputusan yang lahir dari forum tersebut harus diterima dan dihormati bersama.
“Saya menghormati seluruh proses Musda dan menghargai keputusan organisasi. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah hasil forum resmi partai, sehingga sudah menjadi kewajiban seluruh kader untuk tetap menjaga soliditas,” pungkasnya.
