Logo Header

Taruna Ikrar Percepat Hilirisasi Inovasi, BPOM Loloskan 15 Produk Unhas ke Pasar Nasional

admintebaran
admintebaran Sabtu, 11 Juli 2026 19:59
Taruna Ikrar Percepat Hilirisasi Inovasi, BPOM Loloskan 15 Produk Unhas ke Pasar Nasional

TEBARAN.COM,MAKASSAR – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi hasil riset perguruan tinggi. Sebanyak 15 produk inovasi Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memperoleh izin edar dari BPOM, membuka jalan bagi berbagai hasil penelitian kampus untuk memasuki dunia industri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, menyampaikan apresiasi kepada Kepala BPOM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. atas dukungan yang diberikan terhadap percepatan hilirisasi inovasi kampus. Menurutnya, kehadiran BPOM menjadi faktor penting dalam menjembatani riset akademik menuju produk yang siap dimanfaatkan masyarakat.

“Terima kasih banyak Prof. Taruna Ikrar. Konsep ABG (Academia, Business, Government) yang terus didorong BPOM telah memberikan arah baru bagi pengembangan inovasi di perguruan tinggi. Kolaborasi ini membuat hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Rektor Unhas.

Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, menegaskan bahwa transformasi Indonesia menuju negara maju tidak cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi harus mampu melahirkan inovasi yang terstandardisasi, memperoleh izin edar, diproduksi industri, dan dapat diakses masyarakat secara luas.

Menurut Taruna Ikrar, konsep ABG (Academia, Business, Government) merupakan model kolaborasi yang mempertemukan kekuatan perguruan tinggi sebagai pusat riset, dunia usaha sebagai mitra hilirisasi, dan pemerintah sebagai regulator sekaligus fasilitator. Dengan pendekatan tersebut, proses inovasi dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan.

“BPOM tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi akselerator inovasi nasional. Produk-produk hasil penelitian anak bangsa harus mendapatkan pendampingan regulatori agar memenuhi aspek keamanan, khasiat, dan mutu sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” kata Taruna Ikrar.

Ia menambahkan, penerbitan 15 izin edar bagi produk inovasi Unhas menjadi bukti bahwa sinergi antara regulator, perguruan tinggi, dan dunia usaha mampu mempercepat hilirisasi riset sekaligus memperkuat kemandirian industri kesehatan, obat, kosmetik, dan pangan Indonesia.

Ke depan, BPOM berkomitmen terus memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menciptakan ekosistem inovasi yang kuat. Langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat riset, inovasi, hilirisasi teknologi, serta meningkatkan daya saing industri nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

admintebaran
admintebaran Sabtu, 11 Juli 2026 19:59
Komentar