TEBARAN.COM,MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mengalokasikan anggaran sebesar Rp350 miliar untuk pembangunan Stadion Untia yang akan dikerjakan dengan skema tahun jamak (multiyears) pada periode 2026–2027.
Berdasarkan informasi yang tercantum pada laman Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kota Makassar, Rabu (8/7/2026), proyek tersebut tercatat dengan nama paket Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga–Pembangunan Stadion Untia. Saat ini proses pengadaan masih berada pada tahap tender prakualifikasi dua file sehingga kontrak pekerjaan belum ditetapkan.
Dalam dokumen SPSE disebutkan, proyek tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Pemerintah Kota Makassar dengan nilai pagu anggaran mencapai Rp350.000.000.000 yang bersumber dari APBD.
Pembangunan Stadion Untia menjadi salah satu program prioritas di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Stadion ini diproyeksikan menjadi ikon baru sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan kawasan berbasis olahraga dan pariwisata.
Konsep tersebut diperkenalkan langsung oleh Munafri Arifuddin dalam Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Hotel The Rinra Makassar, Rabu (24/6), yang dihadiri 41 delegasi dari 28 negara serta puluhan investor dan pelaku usaha.
“Kami memiliki konsep Sport Tourism Hub. Proyek Stadion Untia dirancang menjadi pusat penggerak ekonomi baru di Indonesia Timur,” ujar Munafri.
Menurutnya, stadion yang akan dibangun di kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya, tidak hanya difungsikan sebagai arena pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi, pariwisata, dan hiburan yang terintegrasi.
Pemerintah Kota Makassar menargetkan stadion tersebut memiliki standar internasional sehingga mampu menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga nasional maupun internasional.
“Kami ingin menghadirkan fasilitas olahraga berstandar internasional yang mampu menarik berbagai event nasional maupun internasional,” katanya.
Stadion Untia akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 23 hektare. Saat ini proses penimbunan lahan telah berlangsung, sementara pemerintah terus mematangkan perencanaan guna mempercepat pelaksanaan pembangunan.
Selain stadion utama, kawasan tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas olahraga pendukung, ruang komersial, area hiburan, hingga ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Munafri optimistis proyek ini memiliki prospek besar mengingat tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga, khususnya sepak bola, di Makassar dan kawasan Indonesia Timur.
“Kami percaya proyek ini memiliki potensi yang sangat besar. Olahraga, khususnya sepak bola, sangat populer di Kota Makassar dan daerah sekitarnya,” tegasnya.
