TEBARAN.COM,JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) memberikan sejumlah masukan strategis kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini merespons dinamika masa transisi kebijakan serta adanya moratorium pembangunan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).
Ketua Umum DPP APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, menyampaikan pandangan tersebut saat hadir sebagai narasumber dalam dialog interaktif di BeritaSatu, Kamis (25/06/2026).
Pria yang akrab disapa Bro Rivai ini menegaskan bahwa APPMBGI berkomitmen penuh mendukung langkah evaluasi mendalam dan moratorium yang sedang dilakukan pemerintah. Menurutnya, proses ini merupakan bagian krusial dari pembenahan demi menyempurnakan implementasi program di lapangan.
Meski demikian, APPMBGI menggarisbawahi beberapa catatan penting agar proses transisi ini berjalan mulus tanpa mengorbankan ekosistem penunjang yang sudah terbentuk.
”Evaluasi dan moratorium adalah langkah baik untuk pembenahan. Namun, proses tersebut wajib diiringi dengan komunikasi yang terbuka, kepastian hukum, serta kebijakan yang berkeadilan.
Jangan sampai ketidakpastian ini justru merugikan para mitra dan pelaku usaha yang sejak awal telah berinvestasi dan berkomitmen penuh mendukung Program MBG,” ujar Abdul Rivai Ras.
Guna mencapai tata kelola yang ideal, APPMBGI secara resmi menyampaikan tiga poin desakan utama kepada Badan
Gizi Nasional:
Keterbukaan Informasi: Meminta BGN membuka ruang dialog yang inklusif untuk menyerap masukan dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders).
Perlindungan Mitra Investasi: Mendorong lahirnya regulasi yang menjamin kepastian hukum bagi para pelaku usaha dan pemasok yang telah menanamkan modalnya.
Transparansi & Akuntabilitas: Berharap proses pembenahan ini menghasilkan sistem tata kelola program MBG yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan untuk jangka panjang.
APPMBGI berharap komitmen BGN dalam membuka ruang diskusi dapat melahirkan solusi bersama. Dengan tata kelola yang matang, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan secara optimal, tepat sasaran, dan memberikan dampak ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.
