Logo Header

Appi Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Berbasis Data di Makassar

Ridwan
Ridwan Jumat, 19 Juni 2026 13:35
Appi Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Berbasis Data di Makassar

TEBARAN.COM,MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang berbasis data, terukur, dan tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Pencanangan dan Penguatan Komitmen Bersama Pelaksanaan SE2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) di pelataran Kantor Wali Kota Makassar, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut diawali dengan penanaman pohon bersama sebagai simbol komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Andi Zulkifly Nanda, Kepala Sulawesi Selatan" href="https://tebaran.com/tag/bps-sulawesi-selatan/">BPS Sulawesi Selatan Aryanto, Kepala BPS Kota Makassar Abdul Hafid, jajaran pimpinan OPD, direktur BUMD, camat, hingga lurah se-Kota Makassar.

Munafri yang akrab disapa Appi memberikan apresiasi kepada para petugas sensus yang akan bertugas mendata aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
“Apresiasi terbesar saya kepada para petugas sensus di lapangan. Menjalankan tugas negara di tengah tanggung jawab keluarga tentu tidak mudah. Saya menginstruksikan seluruh camat, lurah, hingga ketua RT/RW agar menjadi mitra strategis dengan membuka akses seluas-luasnya dan memastikan tidak ada warga maupun pelaku usaha yang terlewat dalam pendataan,” ujar Appi.

Makassar Jadi Pusat Perhatian Sensus Ekonomi
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, menjelaskan bahwa SE2026 merupakan program strategis nasional yang memiliki cakupan sangat luas karena menghimpun data penduduk, keluarga, hingga seluruh aktivitas usaha secara serentak.
Menurutnya, Kota Makassar memiliki peran strategis dalam perekonomian Sulawesi Selatan dengan kontribusi lebih dari 34 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi.
Selain itu, posisi Makassar sebagai pusat perdagangan, jasa, dan investasi di Kawasan Timur Indonesia menjadikan kualitas data ekonomi kota ini sangat menentukan bagi penyusunan data makro regional.

Untuk mendukung pelaksanaan SE2026, BPS menurunkan sebanyak 934 petugas sensus di Kota Makassar. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Selatan.
“Pendataan lapangan akan berlangsung selama dua setengah bulan. Keberhasilan sensus ditentukan oleh cakupan yang menyeluruh dan kualitas data yang valid,” kata Aryanto.
Data Warga Dijamin Aman
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengajak masyarakat dan pelaku UMKM untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas.

Ia memastikan kerahasiaan data individu dan informasi usaha masyarakat terlindungi oleh undang-undang, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran terkait privasi.
“Berikan data sesuai kondisi sebenarnya. Kerahasiaan data individu dijamin negara. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan investasi yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat Makassar,” ujar Aliyah. (*)

Penulis : Yusril
Ridwan
Ridwan Jumat, 19 Juni 2026 13:35
Komentar