Logo Header

Terbukti Korupsi, Terdakwa Kasus Kredit Fiktif Bank Sulselbar Bulukumba Divonis 7,5 Tahun Bui

Jusrianto
Jusrianto Jumat, 14 Januari 2022 17:54
Ilustrasi. (INT)
Ilustrasi. (INT)

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Terdakwa Korupsi penyaluran kredit fiktif Bank Sulselbar cabang Bulukumba sebesar Rp25 miliar, M Iqbal Reza Ramadhan divonis 7,5 tahun penjara.

iklan

Diketahui terdakwa merupakan Account Officet (AO) Bank Sulselbar Cabang Bulukumba, Sulsel.

Dalam putusan Majelis Hakim, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Korupsi secara bersama – sama sebagaimana didakwakan dalam dakwaan Kesatu Subsidiair Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Terdakwa dinyatakan oleh Majelis Hakim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang,” ucap, Kasi Penkum Kejati Sulsel melalui keterangannya via telepone, Kamis (13/1).

Kata dia, dengan hal tersebut terdakwa M. Iqbal Reza Ramadhan dijatuhi hukuman pidana penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Makassar selama 7 tahun 6 bulan.

“Terdakwa dijatuhkan pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan dikurangi dengan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa, terdakwa juga di perintah agar terdakwa tetap ditahan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Idil mengatakan selain hukuman pidana penjara, terdakwa pula dijatuhi hukuman denda sebesar Rp500 Juta subsider penjara selama 4 bulan.

“Ada uang denda sebesar Rp500.000.000 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan,” sebutnya.

Selain itu, terdakwa pula dijatuhkan berupa uang penggati sebesar Rp21.817.975.102,- jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama 1 bulan setelah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Jika terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka harus dipidana dengan pidana penjara selama empat tahun,” bebernya.

Terkait fakta-fakta yang terjadi didalam proses persidangan, Idil mengungkapkan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan melakukan koordinasi kepihak penyidik untuk nantinya ditindaklanjuti.

“Terhadap putusan tersebut selanjutnya Jaksa Penuntut Umum akan berkoodinasi dengan Jaksa Penyidik terkait, apakah terdapat adanya keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara tersebut sebagaimana fakta yang terungkap dan termuat dalam putusan Pengadillan,” paparnya.

Sebelumnya, Tim Jaksa Penuntu Umum (JPU) Kejati Sulsel menuntut pidana 11 tahun terhadap terdakwa penyaluran kredit fiktif yang mendudukkan Muhammad Ikbal Reza Ramadhan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Negeri Makassar, Selasa (21/12/21).

Terdakwa penyaluran kredit fiktif sebesar Rp 25 miliar yang sebelum selaku Account Officer (AO) Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba, dituntut pidana 11 tahun potong masa tahanan dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara.

“Terdakwa juga dituntut uang pengganti Rp 22.260.917.084 subsider 5 tahun 6 bulan penjara, ” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Idil, Rabu (22/12/22) lalu.

Mantan Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Sidrap ini menjelaskan, pasal yang dibuktikan terhadap terdakwa yakni pasal 3 Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Selain itu pidana penjara dan uang pengganti, barang bukti yang merupakan hasil TPPU akan dirampas untuk negara dan biaya perkara sebesar Rp 10 ribu,” jelas Idil.

Diketahui, dalam kasus tersebut penyidik dari Kejaksaan Tinggi Sulsel telah menyita aset – aset dari tersangka MIIR.

Adapun aset yang disita berupa Aset Bangunan seperti, cafe , Salon, car wash dan percetakan yang terletak di jalan melatih, kelurahan caile, kabupaten Bulukumba

Selain itu, 3 unit kendaraan bermotor dan 1 Mobil Pick up milik Reza juga di sita penyidik untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Jusrianto
Jusrianto Jumat, 14 Januari 2022 17:54
Komentar