Tebaran.com

Musda Golkar Sulsel Ditunda, Menunggu Kepulangan Elite DPP dari Ibadah Haji

Plt Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel Arief Rosyid Hasan saat diwawancarai di Makassar, Jumat, (22/5/2026).

TEBARAN.COM,MAKASSAR — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan dipastikan belum akan digelar dalam waktu dekat. Agenda yang semula direncanakan berlangsung pada Mei 2026 itu ditunda hingga setelah Idul Adha.

Penundaan tersebut terjadi karena Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bersama jajaran elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) tengah melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi.

Plt Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Arief Rosyid Hasan, mengatakan jadwal Musda kemungkinan besar akan digelar pada Juni 2026, setelah momentum Lebaran Idul Adha.

“Setelah lebaran kita gas poll rem blong untuk melaksanakan Musda,” ujar Arief saat diwawancarai di Makassar, Jumat (22/5/2026).

Arief membenarkan bahwa Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, dan Bendahara Umum DPP Golkar saat ini sedang menunaikan ibadah haji. Karena itu, sejumlah agenda strategis partai di daerah menunggu kepulangan pimpinan pusat.

“Ketum, Sekjen, dan Bendum DPP Golkar saat ini lagi ibadah haji. Minta doa seluruh kader Golkar agar haji pimpinan kita jadi haji mabrur,” katanya.

Meski Musda ditunda, Arief memastikan komunikasi internal partai tetap berjalan. Namun keputusan terkait pelaksanaan Musda Golkar Sulsel masih menunggu waktu yang tepat setelah seluruh petinggi DPP kembali ke Indonesia.

“Jadi insyaallah setelah lebaran Musda-nya,” tambahnya.

Sebelumnya, Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin, menyebut seluruh aspirasi dari DPD II kabupaten dan kota telah dihimpun melalui konsolidasi internal partai.
Menurut Muhidin, hasil konsolidasi tersebut akan disampaikan langsung kepada Ketua Umum DPP Golkar sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah keputusan politik Partai Golkar di Sulawesi Selatan.

“Semua keputusan itu harus disampaikan ke Ketum. Semua hasil perjalanan saya ini aspirasi DPD II ini kita sampaikan kepada Ketum secara objektif, rasional sehingga dalam pengambilan keputusan nanti betul-betul bisa mengakomodir seluruh kepentingan yang ada,” tegasnya.

 

Exit mobile version