Logo Header

Denda Rp1,5 Juta Menanti Pemberi Uang ke Anjal dan Gepeng di Makassar

Ridwan
Ridwan Minggu, 09 Januari 2022 15:38
Ilustrasi. (Foto: Int).
Ilustrasi. (Foto: Int).

TEBARAN.COM, MAKASSARPemkot Makassar semakin serius menangani anak jalanan (Anjal) dan Gelandangan atau Pengemis (Gepeng) yang menjamur di jalanan.

iklan

Bahkan, Pemkot Makassar akan mengenakan sanksi denda Rp1,5 juta kepada warga yang memberikan uang kepada Anjal dan Gepeng di tepi jalan.

Tak hanya denda berupa uang, pidana kurungan penjara selama tiga bulan juga menanti para pemberi uang kepada anak Anjal dan Gepeng.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Makasaar Aulia Arsyad.

Menurutnya, ini sejalan dengan fatwa MUI Sulsel yang mengharamkan memberi uang kepada anak jalanan karena dapat menganggu aktifitas lalu lintas.

“Bisa memberi tapi bukan di jalan,” jelas Aulia Arsyad, Sabtu, 8 Januari 2022.

Sanksi ini berdasarkan Peraturan Daerah No 2 Tahun 2008 tentang pembinaan Anjal dan Gepeng dan berdasarkan Fatwa MUI Sulsel tahun 2021.

Penerapan Perda ini akan diberlakukan tahun ini, hanya saja masih menunggu SK dari Wali Kota Makassar untuk memberlakukan Perda tersebut.

Meski begitu, kata Arsyad, Perda tersebut juga tidak serta merta akan diberlakukan mesti bertahap dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Sebab menurutnya, masyarakat harus tahu bahwa Perda ini akan diterapkan sehingga bisa hati-hati atau tidak lagi memberikan uang kepada anak jalanan.

“Penerapan Perda Anjal tetap ada serta di jalankan Untuk Tahun 2022 dan sementara menunggu SK Wali Kota, drafnya sementara dibuat dan dikirim ke bagian hukum,” jelasnya.

Tim khusus dari Dinas Sosial bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan turun ke jalan untuk memantau. Namun masih menunggu SK Wali Kota.

“Jika ada laporan masuk ke kami, Tim yang Dinas Sosial turun langsung berdasarkan laporan serta akan menjangkau titik- titik rawan banyaknya anjal gepeng dan pengemis,” tutupnya.

Ridwan
Ridwan Minggu, 09 Januari 2022 15:38
Komentar