SPMB Makassar 2026 Diperpanjang hingga 21 Mei, Pemkot Benahi Alur Login Lontara+
TEBARAN.COM,MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, memperpanjang masa simulasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tingkat TK, SD, dan SMP hingga 21 Mei 2026. Kebijakan ini menyusul adanya kendala pada alur pendaftaran di aplikasi Lontara+ yang dinilai membingungkan masyarakat.
“Ketika simulasi berlangsung, kita juga memperbaiki sistem yang mungkin membingungkan masyarakat. Aspirasi yang masuk segera kita tindak lanjuti agar saat SPMB resmi dimulai, risiko kebingungan bisa diminimalisir,” kata Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi Andi Gita Namira Patigana, Jumat (15/5/2026).
Data teknis menunjukkan perbaikan sistem kini difokuskan pada mekanisme login menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Sistem diarahkan menjadi lebih human-sentris setelah tim teknis menerima banyak keluhan terkait alur pendaftaran awal yang direncanakan hanya berlangsung pada 13-14 Mei.
Calon siswa yang NISN-nya sudah terdaftar akan langsung mendapatkan username serta password untuk masuk ke sistem. Sementara bagi yang belum terdaftar, diwajibkan mengisi formulir pendaftaran terlebih dahulu untuk mendapatkan akses.
“Masih banyak yang bingung, tapi memang kita harus menyesuaikan flow login yang kita buat dengan flow login yang sudah ada. Jadi memang ada antisipasi. Setelah banyak komentar, kita membuat sistem yang lebih lebih human-sentris,” ucap Gita.
Selain perbaikan alur, tim teknis melakukan penetration test (pen-test) sebanyak tiga kali untuk menjamin kekuatan infrastruktur digital. Server pendaftaran kini dipisahkan berdasarkan jenjang pendidikan guna menghindari kegagalan sistem saat lonjakan akses terjadi.
“Kalau lolos pen test, insyaallah sistem bisa menampung jumlah user yang besar tanpa masalah,” tambahnya.
Sementara itu, tim ahli berencana menyediakan grup WhatsApp atau Telegram sebagai wadah pengaduan masyarakat secara real-time. Langkah ini bertujuan agar penjelasan teknis terkait zonasi dan domisili dapat langsung diterima oleh orang tua siswa.
“Jadi kayak kita melakukan beberapa iterasi, iterasi flow, dan kita tanyakan lagi kepada masyarakat yang apa apakah masih bingung atau tidak begitu,” pungkasnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
