TEBARAN.COM,MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi akan melakukan sesi wawancara terhadap puluhan calon direksi Perumda Air Minum (PDAM) Makassar. Proses seleksi ini berlanjut setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mendapatkan restu dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Belum keluar keputusan final. Wali Kota juga berencana ikut wawancara calon direksi, tapi teknisnya masih akan ditentukan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly Nanda kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).
Tahapan lanjutan ini mulai berjalan usai audiens bersama Dirjen Bina Keuda Kemendagri, Senin (11/5). Dari total peserta yang ada, sebanyak 24 orang dinyatakan berhak melanjutkan ke fase wawancara karena telah memenuhi ambang batas nilai uji kelayakan dan kepatutan (UKK).
Pemkot Makassar memastikan tidak membuka pendaftaran baru bagi peserta luar dalam proses seleksi ulang ini. Berdasarkan database hasil UKK sebelumnya, dua calon dipastikan gugur karena tidak hadir dan satu nama lainnya, yakni Januar Jauri, dinyatakan tidak memenuhi syarat.
“Sesuai petunjuk Kemendagri, tahapan dimulai dari UKK dan wawancara. Jadi prosesnya hanya melanjutkan dari peserta yang sudah ada,” jelas Zulkifli.
Zulkifli mengungkapkan pada sesi wawancara nanti tiap calon wajib memilih satu posisi jabatan spesifik seperti direktur utama, direktur keuangan, direktur umum, atau direktur teknik. Tim seleksi juga akan mendapatkan penguatan komposisi dengan penambahan satu perwakilan dari pihak Kemendagri.
“Nanti mereka harus memilih satu posisi jabatan. Jadi saat UKK wawancara, penilaiannya akan spesifik berdasarkan jabatan yang dipilih,” ucapnya.
Untuk diketahui, seleksi ini untuk mengisi kekosongan pimpinan definitif di tubuh PDAM Makassar yang saat ini masih diisi dewan pengawas yang merangkap direksi. Masa jabatan direksi yang terpilih nantinya berlaku maksimal lima tahun dan tetap akan dievaluasi secara kondisional berdasarkan kinerja organisasi.
