Logo Header

Dosen UMI Beri Santri Pemahaman Bahaya Porgnografi di Ruang Digital

Ridwan
Ridwan Rabu, 29 Desember 2021 17:12
Tim Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI edukasi santri MA DDI Wal Irsyad Padang Lampe Kabupaten Pangkep bahaya pornografi (Foto: Ist).
Tim Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI edukasi santri MA DDI Wal Irsyad Padang Lampe Kabupaten Pangkep bahaya pornografi (Foto: Ist).

TEBARAN.COM, PANGKEP Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menurunkan dosen melakukan pengabdian pada masyarakat dalam rangka trasnfer knowledge untuk memberikan solusi permaslahan yang ada di masyarakat.

Dosen yang tergabung dalam Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) memberikan pemahaman kepada santri terkait bahaya pronografi.

Pengabdian IPTEK antisipasi efek negatif paparan pornografi dan pengaruhnya terhadap remaja yang diketuai Prabu Rahman dan anggotanya Dra Hj Martini dilaksanakan di MA DDI Wal Irsyad Padang Lampe Kabupaten Pangkep belum lama ini.

Prabu Rahman menyebut tiga permaslahan utama mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Pertama, perkembangan tekhnologi yang kian maju akan diiringi dengan dampak negatif khususnya terkait dengan masalah pornografi.

Kedua, remaja menjadi penyumbang terbesar terkait masalah pornografi di Indonesia. Ketiga, Siswa siswi di MA DDI Wal Irsyad Padang Lampe hampir sebagian telah terpapar yang namanya pornografi.

“Maka tentu dibutuhkan suatu langkah antisifatip sebagai solusi dari permasalahan yang ada,” jelas Prabu Rahman dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 29 Desember 2021.

Prabu Rahman mengatakan, remaja sebagai generasi penerus estafet kepemimpinan bangsa perlu dilindungi dari paparan pornografi yang kian massif bahkan menjadi momok yang menakutkan dewasa ini.

Menurutnya, dunia maya menjadi realitas kehidupan baru bagi kalangan remaja. Di mana mereka bisa dengan leluasa memperoleh informasi yang mereka butuhkan, akan tetapi dunia maya tidak selamanya menawarkan nilai positif tetapi juga dunia maya akan selalu membonceng apa yang disebut sebagi Negatif effeck termasuk di dalamnya adalah bahaya laten dari pornografi.

Hal ini lanjutnya kalau dibiarkan maka akan merusak otak generasi muda kita. Olehnya itu, perlu dilakukan langkah antisifasi agar virus pornografi ini tidak menyebar yang tentunya bisa mengamputasi estafet kepemimpinan bangsa Indoensia ke depannya,” terangnya.

Olehnya itu juga, kata dia pengabdian ini bertujuan untuk menjadi vaksin atau langkah antisifasi dari penyebaran virus pornografi ini semakin meluas dengan memberikan pemahaman kepada remaja khususnya kepada siswa siswi MA DDI Wal Irsyad akan bahaya laten dari pornografi baik dari segi agama, moral, budaya, psikologis dan undang undang.

“Kegiatan ini dianggap penting karena banyak remaja saat ini khususnya usia sekolah tidak memperdulikan bahaya yang ditimbulkan dari pornografi ini,” tandas Prabu Rahman.

Sementara Kepala Sekolah MA DDI Wal Irsyad, Sudirman berharap remaja khususnya siswa siswi di sekolah ini dapat memahami dan tidak terjerat kedalam perilaku pornografi.

“Dari hasil kegiatan PKM ini, mitra (MA DDI Wal irsyad) telah mengetahui dan memahami bahaya dari pornografi dan berharap guru, dan siswa siswi yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi pelopor konselor sebaya yang bertugas dalam menyampaikan dan mendakwakan akan bahaya dari paparan pornografi di kalangan remaja baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah,” pungkasnya.

Ridwan
Ridwan Rabu, 29 Desember 2021 17:12
Komentar