Tebaran.com

Pasca Insiden di Cakung, APPMBGI Berkomitmen Perkuat Standarisasi Dapur dan Keamanan Pangan

Abdul Rivai Ras Saat menjenguk Siswa keracunan di Cakung Foto list.

TEBARAN.COM,JAKARTA – Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI),Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng.

mengunjungi Rumah Sakit Citra Harapan pada Minggu (10/5/2026) untuk melihat langsung kondisi sejumlah siswa yang dirawat akibat dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari SPPG Pulogebang 15, Cakung, Jakarta Timur.

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Rivai Ras didampingi Wakil Ketua Umum I DPP APPMBGI Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin, Ketua DPD II APPMBGI Jakarta Timur Rafiddin Hamoes, serta jajaran pengurus lainnya.

Kunjungan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap para siswa terdampak sekaligus menjadi bahan evaluasi guna memperkuat kualitas dan keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami ingin melihat langsung kondisi anak-anak sekaligus memastikan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan MBG ke depan semakin baik dan aman,” ujar Abdul Rivai Ras.

Sebelumnya, sejumlah siswa di wilayah Cakung dan Pulogebang dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan MBG. APPMBGI menilai insiden tersebut harus menjadi perhatian serius karena menyangkut kesehatan generasi muda.

Menurut Abdul Rivai Ras, keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari distribusi makanan, tetapi juga kualitas dan keamanan pangan yang diterima para siswa setiap hari.

“Kita harus memastikan seluruh proses berjalan sesuai SOP, mulai dari bahan baku, penyimpanan, pengolahan, distribusi, hingga makanan diterima siswa. Pengawasan rantai pasok harus diperketat,” tegasnya.

APPMBGI juga menegaskan proses investigasi teknis masih menunggu hasil resmi dari instansi berwenang seperti Dinas Kesehatan dan BPOM agar penanganan kasus berjalan objektif dan transparan.

Sebagai langkah evaluasi, APPMBGI akan memperkuat standarisasi dapur MBG, pelatihan keamanan pangan, pengawasan distribusi, serta kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Kejadian ini harus menjadi refleksi bersama. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus melakukan pembenahan agar Program MBG semakin berkualitas, aman, dan dipercaya masyarakat,” tutup Abdul Rivai Ras.

Exit mobile version