TEBARAN.COM,Makassar, – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Tahun 2026 di Four Points by Sheraton Makassar, Kamis, 7 Mei 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pelaku industri pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi momentum memperkuat sinergi pengembangan sektor pariwisata nasional.
Rakernas ASITA juga dinilai memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu pusat kegiatan pariwisata dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di kawasan timur Indonesia.
Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi menegaskan sektor pariwisata saat ini telah menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, hingga memperkuat identitas dan daya saing daerah.
“Pariwisata bukan lagi sekadar sektor pelengkap, tetapi sudah menjadi penggerak ekonomi daerah yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi karena berkaitan langsung dengan sektor transportasi, perhotelan, kuliner, ekonomi kreatif, hingga usaha masyarakat berbasis lokal.
Fatmawati menyampaikan tema Rakernas tahun ini, “Strengthening Indonesian Tourism Through Partnership”, sangat relevan dengan tantangan dan peluang industri pariwisata saat ini yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, pembangunan pariwisata tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan harus melibatkan pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, komunitas, hingga seluruh pemangku kepentingan.
Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi agar promosi destinasi, pengembangan layanan, dan peningkatan kunjungan wisatawan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Kalau kita jalan sendiri-sendiri, mungkin sampai tapi lama. Kalau kita jalan bersama, Insyaallah sampai lebih cepat,” katanya.
Fatmawati juga memaparkan sejumlah komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata, mulai dari peningkatan infrastruktur dan konektivitas menuju destinasi wisata, penguatan desa wisata berbasis kearifan lokal, digitalisasi promosi pariwisata, hingga pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata juga menjadi perhatian agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan berdaya saing.
Ia menilai Sulawesi Selatan memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan nasional, didukung kekayaan alam, wisata bahari, keragaman budaya, hingga tradisi lokal yang menjadi daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.
Namun demikian, menurutnya, tantangan industri pariwisata ke depan juga semakin kompleks seiring persaingan antardestinasi yang semakin ketat dan perubahan perilaku wisatawan yang terus berkembang.
Karena itu, Fatmawati Rusdi berharap Rakernas ASITA dapat menghasilkan rekomendasi konkret dan adaptif untuk memperkuat industri pariwisata nasional secara berkelanjutan.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta Rakernas dijadwalkan mengikuti sunset sailing dan cultural night dinner di atas kapal pinisi yang menampilkan pertunjukan budaya Bissu dan Angngaru khas Sulawesi Selatan.
Panitia juga menyiapkan agenda post tour pada 8 Mei 2026 guna memperkenalkan destinasi unggulan Kota Makassar sekaligus mendorong pergerakan UMKM lokal.
Melalui pelaksanaan Rakernas ASITA di Makassar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata nasional semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (*)
Rakernas ASITA di Makassar, Wagub Sulsel Ajak Pelaku Wisata Perkuat Kolaborasi Nasional
