Logo Header

Sindir Pemboikot Kantor PB PMII, Rahmat: PMII Itu Organisasi Kaderisasi, Bukan Preman

Ridwan
Ridwan Kamis, 16 Desember 2021 13:12
Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Alauddin Cabang Makassar Rahmat (Foto: Pribadi)
Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Alauddin Cabang Makassar Rahmat (Foto: Pribadi)

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Alauddin Cabang Makassar Rahmat mengecam aksi pemboikotan Kantor PB PMII yang dilakukan sejumlah orang mengatasnamakan PMII Sulsel, Rabu, 15 Desember 2021.

iklan

Rahmat menegaskan bahwa PMII itu adalah organisasi kaderisasi bukan organisasi anarkisme yang selalu meributkan kekuasaan.

“Penting diketahui bahwa PMII itu lembaga kaderisasi yang artinya penting untuk memperhatikan proses pengembangan kader, bukan malah ribut tentang kekuasaan sampai harus memblokade rumah sendiri,” katanya, Kamis, 16 Desember 2021.

Rahmat mengaku resah melihat aksi yang dilakukan oleh sekelompok orang mengatasnamakan PMII Sulawesi Selatan itu.

“Saya resah melihat tingkah sekelompok orang yang rakus kepentingan, kemarin kami baru saja selesai mengadakan PKD karena melihat pentingnya pengembangan kaderisasi hari ini, justru mereka ribut tidak jelas memperebutkan struktur,” ungkapnya.

Mantan Ketua PMII FEBI UIN Alauddin Makassar itu menerangkan, pelaksanaan PKD ini dijalankan untuk membentuk kader yang militan bukan menggiring kader menjadi preman.

“Kami fokus melaksanakan PKD untuk membentuk karakter kader, supaya tidak menjadi mentalitas preman apalagi bagi lembaga sendiri,” katanya.

Menurut Rahmat, aksi itu telah menodai tujuan PMII untuk menjaga keutuhan Negara Indonesia karena dengan organisasi sendiri masih berbuat seperti itu.

“Aksi ini tidak mencerminkan kader PMII yang selalu menjaga kesatuan Republik Indonesia, jangankan negara dengan lembaga sendiri saja belum bisa,” pungkas Rahmat.

Sementara itu Ketua PMII Cabang Makassar menegaskan bahwa tidak pernah mendelegasikan kader PMII Makassar untuk ikut aksi tersebut.

“Saya tidak pernah menedelegasikan kader untuk berangkat ke jakarta apalagi untuk menuntut kinerja PB PMII dengan berbagai macam alasan, Sayapun sendiri kaget akan hal ini karena membawa nama kader PMII padahal nyatanya kami tidak pernah melalukan pergerakan dan tetap mengikut pada keputusan Ketua Umum PB PMII,” ujarnya.

Menurut Ilo sapaanya, aksi ini jelas tidak punya itikad baik. Itu kata dia lihat bagaimana ketika Sekertaris Jendral PB PMII mencoba untuk melakukan mediasi terhadap beberapa kader yang datang ke Kantor PB PMII di Jakarta.

“Tapi belum selesai bicara oknum dari kelompok Sulsel dan Sultra melakukan tindakan yang tdk sewajarnya kepada Sekjen, dengan memukul botol ke Sekjen, dan Sekjen di larikan keluar dari Sekret PB PMII untuk menghindari ricuh dengan oknum kelompok tersebut,” terangnya.

Ridwan
Ridwan Kamis, 16 Desember 2021 13:12
Komentar