TEBARAN.COM,MAKASSAR — Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar yang juga Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri upacara bendera dalam rangka Hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar di Tribun Lapangan Karebosi, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan launching buku Jelajah Pantai Losari, sebuah karya yang ditulis langsung oleh Melinda Aksa sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menghadirkan bahan bacaan yang dekat dengan kehidupan anak-anak khususnya PAUD di Kota Makassar.
Dalam sambutannya, Melinda mengungkapkan bahwa proses penyusunan buku tersebut telah melalui perjalanan panjang. Ia menyebut, sejak tahun 2024, penerbit Erlangga telah mengajak dirinya, dalam kapasitas sebagai Bunda PAUD, untuk menghadirkan sebuah buku edukatif yang relevan dengan kebutuhan anak-anak masa kini.
“Buku ini lahir dari proses yang tidak singkat, dengan harapan dapat menjadi kontribusi nyata dalam dunia pendidikan, khususnya bagi anak usia dini,” ujarnya.
Jelajah Hijau mengangkat isu lingkungan, dengan fokus pada persoalan persampahan yang dinilai semakin mendesak di Kota Makassar.
Melalui pendekatan yang sederhana dan menarik, buku ini dirancang sebagai media pembelajaran kreatif bagi anak-anak PAUD, sekaligus menjadi panduan praktis bagi guru dan orang tua dalam menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan sejak dini.
Melinda menjelaskan, salah satu poin utama dalam buku tersebut adalah pengenalan cara menangani sampah secara sederhana, termasuk keterampilan memilah sampah berdasarkan jenisnya, seperti organik, anorganik, dan residu. Menurutnya, edukasi semacam ini penting untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini.
“Kalau anak-anak sudah terbiasa sejak kecil, maka ke depan kita akan memiliki generasi yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap peluncuran buku ini tidak berhenti sebagai satu karya saja. Ke depan, akan dikembangkan seri buku lainnya dengan berbagai tema penting yang dapat mendukung proses edukasi anak-anak secara lebih luas.
Penyusunan Jelajah Hijau turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari penulis, Dinas Pendidikan Kota Makassar, penerbit Erlangga, hingga pihak-pihak pendukung lainnya. Kolaborasi ini menjadi kekuatan dalam menghadirkan materi edukasi yang kontekstual dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Makassar bersama TP PKK dan para pemangku kepentingan lainnya menunjukkan komitmen dalam mendorong terciptanya kota yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan. Peluncuran Jelajah Hijau pun diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif, dimulai dari anak-anak sebagai generasi penerus.
