TEBARAN.COM,JAKARTA — Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (DPP APPMBGI) tengah merancang formula operasional yang komprehensif guna mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rancangan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari teknis rantai pasok, pelatihan dan sertifikasi, hingga pengoperasian aplikasi monitoring MBG C2 Centre. Ke depan, DPP APPMBGI juga akan menerbitkan surat edaran resmi sebagai pedoman kerja bagi seluruh pengurus di tingkat wilayah.
Langkah ini diambil untuk memetakan wilayah-wilayah prioritas yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat, sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras yang akrab disapa Bro Rivai menginstruksikan seluruh pengurus di tingkat DPD I (provinsi) dan DPD II (kabupaten/kota) agar segera melakukan pendataan awal. Fokus utama diarahkan pada identifikasi wilayah binaan yang dapat dikendalikan serta berada dalam komunitas anggota resmi APPMBGI.
“Kita bekerja dalam koridor yang sesuai dengan panduan dan pola kerja organisasi. Hindari masuk ke wilayah sensitif yang bukan menjadi otoritas APPMBGI,” ujar Bro Rivai.
Ia menegaskan bahwa peran APPMBGI adalah melakukan koordinasi, mengawal keberlanjutan program, serta memberikan advokasi bagi anggota terdaftar.
“Fokus kita di APPMBGI adalah koordinasi, mengawal keberlanjutan program, serta memberi advokasi bagi anggota terdaftar,” tegasnya dalam keterangan, Kamis (30/4/2026).
Selain aspek teknis, Bro Rivai juga menekankan pentingnya penguatan struktur internal organisasi. Ia meminta pengurus DPD I dan DPD II segera melengkapi perangkat organisasi, mulai dari keberadaan kantor sekretariat, identitas legalitas, hingga administrasi persuratan.
Hal tersebut dinilai penting untuk mempermudah koordinasi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, serta Satgas MBG di masing-masing wilayah.
Terkait rencana kerja sama dengan Bulog, Bro Rivai menjelaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) saat ini masih dalam tahap pembahasan mekanisme implementasi.
“Mohon bersabar menunggu langkah konkretnya. Segala aktivitas strategis harus tetap terpantau oleh DPP untuk menghindari langkah-langkah berlebihan di lapangan,” jelasnya.
APPMBGI berkomitmen menjadi jembatan dalam mengisi kekosongan rantai pasok di berbagai daerah. Bro Rivai juga mengingatkan bahwa pengakuan terhadap kinerja DPD hanya dapat diraih jika pengurus mampu menjaga integritas dan kualitas layanan bagi penerima manfaat.
“Semua aksi yang kita lakukan harus terukur. Hindari konten yang memicu perdebatan, namun tetap kritis dan konstruktif dalam memperbaiki tata kelola MBG. Saya sangat terbuka terhadap masukan, usulan, maupun laporan melalui kanal komunikasi yang ada demi kemajuan bersama,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang matang, APPMBGI diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan distribusi pangan bergizi tepat sasaran sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan nasional. (*)
