Tebaran.com

​Bukan Bagian Badan Gizi Nasional, APPMBGI Pilih Jalur Mandiri Kawal Kualitas MBG

Ketua Umum DPP APPMBGI Abdul Rivai Ras Foto list.

TEBARAN.COM,JAKARTA — Ekosistem Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memiliki wadah resmi melalui pembentukan Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI).

Kehadiran asosiasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola, menjamin keamanan rantai pasok, serta membangun kemitraan strategis guna mendukung keberhasilan program MBG di seluruh Indonesia.

Pembentukan APPMBGI tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi, tetapi juga langkah strategis untuk menyatukan para pelaku usaha dapur MBG dalam satu visi.

Fokus utamanya adalah menciptakan standar kualitas yang seragam, meningkatkan profesionalisme, serta memastikan distribusi makanan bergizi berjalan optimal hingga ke berbagai daerah.

Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras, menegaskan bahwa asosiasi ini memiliki peran penting meski tidak berada dalam struktur pemerintah. APPMBGI berdiri sebagai lembaga non-profit yang independen dan tidak memiliki hubungan struktural dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

“APPMBGI hadir sebagai organisasi mandiri yang dibangun dari semangat kolektif para pengusaha dapur. Tujuannya untuk memperkuat solidaritas, sekaligus memastikan standar kualitas dapur MBG tetap terjaga,” ujarnya Senin, 27/4/26.

Ia juga menekankan bahwa independensi menjadi prinsip utama asosiasi.

Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah keputusan bahwa anggota APPMBGI tidak akan menerima fasilitas dari pemerintah, termasuk bantuan kendaraan operasional, guna menjaga integritas organisasi.

Lebih lanjut, APPMBGI berperan sebagai wadah koordinasi dalam mengatasi berbagai tantangan, khususnya terkait rantai pasok bahan pangan. Selain itu, asosiasi juga berfungsi memberikan edukasi, supervisi, serta sosialisasi regulasi kepada para pelaku usaha dapur MBG agar memenuhi standar dan sertifikasi yang telah ditetapkan.

Tak hanya itu, APPMBGI juga mengambil peran dalam mengawal kebijakan nasional terkait program MBG yang menjadi bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045.

Meski demikian, asosiasi tetap membuka ruang kritik konstruktif terhadap pelaksanaan program di lapangan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

“Program MBG masih tergolong baru, sehingga perlu terus disempurnakan. Kami siap memberikan masukan demi peningkatan kualitas pelaksanaan di lapangan,” tambah Abdul Rivai Ras.

Sebagai organisasi independen, APPMBGI juga menegaskan tidak menerima pendanaan dari pihak luar, melainkan bersumber dari kontribusi anggota. Struktur organisasi pun disusun secara kolektif layaknya asosiasi profesional lainnya.

Dengan terbentuknya APPMBGI, diharapkan sinergi antar pelaku usaha dapur MBG semakin kuat, sehingga mampu mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara merata dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Exit mobile version