TEBARAN.COM,PARE-PARE —Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Keterampilan bagi UMKM Perempuan dalam rangka Hari Jadi Kota Parepare di Auditorium B.J. Habibie, Kompleks Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Minggu, 12 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Parepare. Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan bantuan berupa puluhan cooler box dan cup sealer kepada pelaku UMKM perempuan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi serta daya saing UMKM perempuan di Parepare.
Turut hadir Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Andi Nirawati, serta Sekretaris Daerah Kota Parepare Amarun Agung Hamka.
Dalam sambutannya, Fatmawati menegaskan bahwa kehadiran perempuan di parlemen menjadi simbol kuat keberpihakan terhadap isu perempuan, termasuk dalam penguatan ekonomi keluarga melalui UMKM.
Tentu ini adalah bukti bahwa kami selalu hadir untuk bersama-sama memperjuangkan kesetaraan gender dan penguatan perempuan. Kita ingin melihat perempuan mampu mandiri dan menopang ekonomi keluarganya,” ujarnya.
Ia menyebut, perempuan memiliki peran strategis dalam perekonomian, khususnya melalui sektor UMKM yang terbukti tangguh saat pandemi. UMKM selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah serta berkontribusi signifikan terhadap pemulihan ekonomi pascapandemi.
“Kita ketahui bersama bahwa pada masa pandemi, pelaku UMKM—terutama perempuan—menunjukkan daya tahan dan resiliensi yang kuat di tengah situasi sulit,” tambahnya.
Selain aspek ekonomi, Fatmawati juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Ia mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat agar sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
“Ibu-ibu sekalian, kita harus mulai mengubah pola pikir terhadap sampah. Botol plastik kemasan air mineral ini jangan langsung dibuang. Ini ada nilainya dan bisa dimanfaatkan kembali,” jelasnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga, termasuk melalui pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Fatmawati juga menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan program kebersihan di daerah agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Di Parepare ada program Jumat Bersih. Saya harap ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata yang berkelanjutan,” tegasnya.
Di sisi lain, isu kesehatan turut menjadi perhatian, khususnya terkait angka stunting di Kota Parepare. Berdasarkan data yang tersedia, angka stunting Parepare berada di kisaran 26 persen, sedikit di atas rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 23,3 persen. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong percepatan penurunan stunting melalui intervensi terpadu di tingkat daerah.
Ia meminta agar dilakukan validasi data secara menyeluruh serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam penanganan stunting.
“Saya minta Dinas Kesehatan dan seluruh jajaran puskesmas untuk mengecek kembali dan memvalidasi data secara faktual di lapangan,” ujarnya.
Fatmawati juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan perempuan dan anak, termasuk pencegahan kekerasan serta penanganan angka putus sekolah.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk bergandengan tangan mengatasi berbagai persoalan perempuan dan anak, baik kekerasan maupun tantangan sosial lainnya,” katanya.
Sementara itu, sambutan Wali Kota Parepare yang dibacakan Sekretaris Daerah Amarun Agung Hamka menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur bersama jajaran Kaukus Perempuan Parlemen.
“Kehadiran Ibu Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dan seluruh rombongan hari ini merupakan energi besar, bukan hanya bagi kegiatan ini, tetapi juga bagi semangat pemberdayaan perempuan secara keseluruhan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penguatan perempuan akan berdampak luas terhadap pembangunan daerah.
“Kita semua memahami bahwa ketika perempuan diperkuat kapasitasnya, maka yang menguat bukan hanya dirinya, tetapi keluarga, masyarakat, bahkan masa depan daerah,” tutupnya. (*)
