Tebaran.com

Kemenbud dan Mizan Production Jajaki Pembuatan Film Biopik Syekh Yusuf Al-Makassari

TEBARAN.COM,JAKARTA — Tahun ini merupakan peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari (1626-2026).
Rangkaian peringatan tokoh ulama dan pejuang antikolonial global asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ini, melibatkan pemerintah Indonesia, Afrika Selatan, dan Sri Lanka, mencakup kegiatan kebudayaan, pameran naskah kuno, hingga rencana pembuatan film biopik (film biografi).

Pemerintah mendorong pembuatan film sejarah Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

Langkah ini seiring momentum peringatan 400 tahun tokoh ulama dan pejuang nasional dan internasional tersebut.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menyampaikan bahwa pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan Mizan Group, terutama dalam pengembangan film berbasis sejarah dan spiritualitas Syekh Yusuf Al-Makassari.

“Kita juga baru buka untuk development fee dan post-production khusus film. Sekarang juga ada lomba penulisan skenario film sejarah, serta rencana afirmasi lima film sejarah,” kata Menbud Fadli Zon, Selasa (7/04/2026) di Jakarta.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema dukungan industri film. Dari Dana Indonesia Raya untuk matching fund, pembiayaan pengembangan (development fee), hingga dukungan pascaproduksi.
Selain itu, lanjut Fadli Zon, Kemenbud juga mendorong produksi film sejarah melalui program afirmasi dan lomba penulisan skenario.
“Kementerian Kebudayaan juga baru saja meluncurkan Dana Indonesia Raya yang bisa digunakan untuk matching fund,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Mizan Group, Haidar Bagir, menyambut baik peluang kolaborasi tersebut.
Ia mengungkapkan ketertarikannya mengangkat kisah Syekh Yusuf sejak lama, karena sosoknya kompleks sebagai ulama, pemikir tasawuf, dan pejuang anti-kolonialisme.
Meski demikian, Haidar mengakui produksi film sejarah memiliki tantangan tersendiri. Terutama dari sisi pembiayaan dan dinamika pasar yang kompetitif.


“Mizan berpengalaman dalam memproduksi berbagai film nasional, termasuk film Laskar Pelangi. Namun produksi film sejarah atau biografi memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi pembiayaan dan dinamika pasar yang sangat kompetitif,” ungkap Haidar.
Dalam pengembangannya, tim kreatif Mizan Production merancang pendekatan naratif yang menggabungkan kisah sejarah dengan sentuhan kontemporer.
Pendekatan ini diharapkan dapat membuat cerita Syekh Yusuf Al-Makassari lebih relevan dan menarik bagi generasi muda.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap film tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga media strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan spiritualitas Indonesia ke kancah internasional.
Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari
Syekh Yusuf lahir pada tahun 1626 dan wafat pada 23 Mei 1699 dalam usia 73 tahun. Tahun ini merupakan peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari.
Berikut beberapa poin penting terkait dengan peringatan ini:
– Peringatan 400 tahun (1626-2026) Syekh Yusuf Al-Makassari ditetapkan sebagai program strategis nasional tahun 2026, dan didukung oleh UNESCO.
– Syekh Yusuf Al-Makassari dikenal sebagai ulama, sufi, dan pejuang antikolonial yang diasingkan dari Nusantara ke Sri Lanka dan akhirnya ke Afrika Selatan.
– Festival Karamah digelar di Macassar Village, Cape Town, Afrika Selatan sebagai rangkaian peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari, dan dihadiri delegasi Indonesia pada April 2026.
– Kolaborasi Kebudayaan: Kemenbud RI berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempromosikan warisan pemikiran dan sejarah Syekh Yusuf Al-Makassari, termasuk melalui akun resmi @syekhyusuf400.
– Koleksi Perpusnas: Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menyiapkan 59 koleksi berupa naskah kuno, buku, dan foto terkait jejak Syekh Yusuf Al-Makassari untuk dipamerkan.
– Rencana pembuatan Film Biopik: Kemenbud sedang menjajaki kolaborasi dengan Mizan Group untuk memproduksi film biopik Syekh Yusuf Al-Makassari.
Peringatan ini bertujuan untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan, keilmuan, dan integritas moral Syekh Yusuf sebagai tokoh lintas bangsa. (rus)

Exit mobile version