TEBARAN.COM,MAKASSAR – Suasana tenang di penghujung malam warga Kecamatan Mamajang mendadak pecah menjadi kepanikan luar biasa. Seorang remaja di bawah umur berinisial A (15) meregang nyawa setelah menjadi korban penikaman brutal di Jalan Baji Pamai, Kelurahan Tamparang Keke, pada Senin (06/04/2026) sekitar pukul 04.00 WITA.
Kronologi: Berawal dari Teguran yang Berujung Maut
Peristiwa memilukan ini bermula saat korban bersama dua rekannya, D (18) dan F (15), tengah asyik berkumpul sambil bermain ponsel di depan salah satu rumah warga. Kedamaian mereka terusik ketika seorang pria bernama Iwan, yang diketahui sebagai kakak pelaku, mendatangi dan menegur mereka.
Merasa tidak nyaman, ketiga remaja ini memutuskan untuk berpindah lokasi ke ujung Jalan Baji Pamai 5. Namun, ketenangan yang mereka cari tak kunjung didapat; Iwan terus membuntuti mereka.
Serangan Tiba-Tiba dan Aksi Brutal
Ketegangan memuncak saat pelaku utama, IR alias Imank, muncul di lokasi. Tanpa basa-basi, Imank langsung melayangkan pukulan ke arah salah satu teman korban. Situasi yang semula hanya cekcok mulut berubah menjadi ajang kekerasan mematikan.
Secara membabi buta, Imank menghunuskan senjata tajam dan menikam perut sebelah kiri korban A. Korban yang masih berstatus pelajar itu langsung tersungkur bersimbah darah.
“Setelah menikam, pelaku sempat mengejar kami, tapi warga datang dan menghalau sehingga pelaku melarikan diri,” ungkap saksi D dengan nada trauma.
Meski warga sempat berusaha memberikan pertolongan pertama, luka tusukan yang diderita korban terlalu parah. Nyawa remaja malang tersebut tak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Polisi Buru Pelaku Hingga ke Lubang Semut
Pihak berwajib bergerak cepat menanggapi insiden berdarah ini. Kapolsek Mamajang, Kompol Mustari, mengonfirmasi bahwa identitas pelaku telah dikantongi dan tim gabungan tengah melakukan pengejaran intensif.
Penyisir: Unit Resmob Polsek Mamajang
Bantuan: Tim Jatanras Polrestabes Makassar
Status Pelaku: Dalam Pengejaran (DPO)
“Benar telah terjadi penikaman. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan jika melihat keberadaan pelaku,” tegas Kompol Mustari.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik aksi nekat Imank yang tega menghabisi nyawa seorang pelajar tersebut. Garis polisi kini melingkar di lokasi kejadian, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan peringatan keras akan bahaya kekerasan jalanan yang kian meresahkan
