Logo Header

Kunjungi Bulog Makassar, Mentan Amran Ungkap Stok Beras Nasional Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Nuri
Nuri Senin, 06 April 2026 07:53
Oplus_16908288
Oplus_16908288

TEBARAN.COM,MAKASSAR — Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan kondisi cadangan beras nasional saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan kerja ke gudang Perum Bulog di Makassar, Minggu (5/4/2026)
Amran menyebutkan, total stok beras nasional kini telah mencapai sekitar 4,5 juta ton. Angka tersebut dinilai sebagai capaian luar biasa dalam menjaga ketahanan pangan di tengah berbagai tantangan global.

“Ini stok tertinggi sejak Indonesia berdiri. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan beras,” ujar Amran.

Dalam kunjungannya, Amran juga meninjau langsung kondisi stok di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar). Berdasarkan laporan dari Kepala Kanwil Bulog Sulselbar, Fahrurozi, cadangan beras di wilayah tersebut mencapai 761 ribu ton—angka tertinggi sepanjang sejarah daerah itu.

Capaian ini, menurut Amran, tidak lepas dari optimalnya penyerapan gabah dan beras dari petani yang dilakukan secara maksimal dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, di balik melimpahnya stok, Amran mengakui adanya tantangan pada kapasitas penyimpanan. Saat ini, kemampuan gudang Bulog secara nasional hanya berkisar 2 hingga 3 juta ton, sehingga pemerintah harus menyiasatinya dengan menyewa gudang tambahan.

“Kita sudah tambah kapasitas dengan menyewa gudang sekitar 2 juta ton, dan kemungkinan akan terus ditambah karena stok diproyeksikan bisa tembus 5 juta ton dalam waktu dekat,” jelasnya.

Amran juga menekankan pentingnya distribusi yang merata agar kelebihan stok di daerah produsen dapat dimanfaatkan oleh wilayah yang masih mengalami keterbatasan produksi.

Untuk itu, stok beras dari Sulselbar yang melimpah akan didorong untuk disalurkan ke daerah lain seperti Kalimantan, Maluku, hingga Papua.

“Wilayah yang produksinya rendah bisa disuplai dari daerah yang surplus. Ini bagian dari strategi pemerataan pangan nasional,” katanya.

Dengan kondisi cadangan beras yang kuat, pemerintah optimistis stabilitas pangan nasional dapat terus terjaga, sekaligus menjadi penopang utama bagi ketahanan pangan, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Nuri
Nuri Senin, 06 April 2026 07:53
Komentar