TEBARAN.COM,JAKARTA — Dalam langkah strategis untuk memperkuat kualitas dan standarisasi nasional dalam implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) secara resmi menjalin kerja sama dengan Halal-In melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Jumat, 3/4/26.
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Ketua Umum APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng., bersama Wakil Ketua Umum I APPMBGI, Prof. Dr. Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin, M.Hum, serta turut disaksikan dan didukung oleh Dewan Pakar APPMBGI, Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P. sebagai bagian dari penguatan arah kebijakan dan kualitas implementasi program.
Kerja sama ini secara khusus akan difokuskan pada penguatan peran Pusat Pelatihan Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (P4MBGI) sebagai center of excellence dalam pengembangan kapasitas, sertifikasi, serta standarisasi kompetensi bagi seluruh pelaku dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ketua Umum APPMBGI menyampaikan bahwa tantangan utama dalam implementasi MBG bukan hanya pada skala distribusi, tetapi pada konsistensi kualitas, keamanan pangan, serta kepatuhan terhadap standar halal dan higienitas di seluruh titik layanan.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap SPPG yang beroperasi di bawah ekosistem MBG memiliki standar yang seragam, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi proses, kualitas bahan, hingga aspek halal dan keamanan pangan,” ujar Rivai Ras.
Sebagai mitra strategis, Halal-In akan berperan dalam pengembangan kurikulum, pelatihan, serta proses sertifikasi yang terintegrasi dengan kebutuhan operasional SPPG di lapangan. Hal ini mencakup aspek critical seperti:
Standar halal dalam rantai pasok dan proses produksi
Higienitas dan sanitasi dapur skala besar
Sistem jaminan mutu pangan
Kepatuhan terhadap regulasi nasional dan praktik terbaik global
Kehadiran Prof. Dr. Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin, M.Hum sebagai Wakil Ketua Umum I turut memperkuat dimensi strategis dan kebijakan dalam kerja sama ini, khususnya dalam mendorong integrasi antara aspek regulasi, tata kelola, dan penguatan kapasitas SDM. Sementara itu, kontribusi Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P. sebagai Dewan Pakar memastikan bahwa pendekatan yang dibangun memiliki landasan akademik dan keilmuan yang kuat, terutama dalam aspek gizi, pangan, dan keberlanjutan.
Melalui P4MBGI, seluruh proses pelatihan dan sertifikasi akan dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk membangun fondasi jangka panjang bagi ekosistem pangan nasional yang modern dan berkelanjutan.
Kerja sama ini sekaligus menegaskan posisi APPMBGI sebagai orkestrator utama dalam pengembangan ekosistem dapur MBG berbasis standar, yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga pada penciptaan tata kelola yang profesional, akuntabel, dan scalable di tingkat nasional.
Ke depan, APPMBGI bersama Halal-In akan terus mengembangkan berbagai inisiatif strategis untuk memastikan bahwa seluruh SPPG di Indonesia mampu menjadi benchmark baru dalam penyediaan makanan bergizi yang aman, halal, dan berkualitas tinggi.
