SEOUL — Berbicara di Korea Selatan, presiden Prancis membela aliansi transatlantik, NATO, dan menyerukan kembalinya perdamaian Emmanuel Macron mengkritik keras pernyataan Donald Trump dalam pidatonya kepada bangsa Amerika pada Rabu malam (1/04/2026) yang tidak konsisten, dan seringkali kontradiktif dan campur aduk tentang perang Iran dan NATO.
“Jika Anda ingin serius lebih baik tidak mengeluarkan pernyataan yang berbeda setiap hari. Terlalu banyak bicara… dan semuanya berantakan,” kata presiden Prancis pada hari Kamis, selama kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan.
Macron menegaskan bahwa kita semua membutuhkan stabilitas, ketenangan, kembalinya perdamaian, dan ini bukan sandiwara.
“Anda harus serius. Jika Anda ingin serius, Anda tidak akan terus-menerus mengatakan hal yang berlawanan setiap hari dengan apa yang baru saja Anda katakan sehari sebelumnya. Dan mungkin Anda seharusnya tidak berbicara setiap hari,” ujar Macron.
Ia juga memberikan pembelaan yang kuat terhadap NATO, dan menuduh Presiden Trump merusak aliansi pertahanan transatlantik melalui pernyataan berulang yang mempertanyakan komitmen Amerika Serikat (AS) terhadap keanggotaannya yang berkelanjutan.
“Saya percaya organisasi dan aliansi seperti NATO ditentukan oleh apa yang tidak diucapkan, yaitu kepercayaan yang mendasarinya. Jika Anda meragukan komitmen Anda setiap hari, Anda mengikis substansinya,” tambah Macron.
Komentar tersebut menyusul pesan yang beragam minggu ini dari Presiden Trump dan pejabat lain di Washington tentang kemajuan perang Iran, serta kritik terhadap para pemimpin Eropa karena menolak untuk mendukungnya, dan pernyataan bahwa AS mungkin akan meninggalkan NATO.
Trump telah menyatakan berbagai hal, mulai dari perang yang hampir dimenangkan dan AS tidak membutuhkan dukungan sekutunya, bahwa ia mengharapkan sekutu untuk bergabung dalam operasi militer AS, dan bahwa mereka harus bertindak sendiri dan “mengambil minyak mereka” di Selat Hormuz
Trump Sebut Anggota NATO Pengecut
Trump juga mengatakan dalam sebuah makan siang pribadi di Gedung Putih dalam pekan ini, bahwa NATO telah “memperlakukan kita dengan sangat buruk” dan “akan memperlakukan kita dengan buruk lagi jika kita membutuhkan mereka”.
Dalam komentarnya kepada Reuters, Trump mengatakan bahwa ia sama sekali tanpa ragu mempertimbangkan untuk keluar dari NATO.
Tapi pada waktu yang berbeda, Trump mengatakan bahwa penarikan AS dari NATO tidak mungkin dipertimbangkan, dan menyebut organisasi itu sebagai “macan kertas”.
Di tempat lain Trump mengkritik aliansi pertahanan tersebut karena keengganannya untuk mendukung perang yang telah berlangsung selama sebulan. Ia menyebut anggota NATO sebagai pengecut (cowards).
Menlu AS, Marco Rubio minggu ini juga mengisyaratkan bahwa AS akan meninjau kembali apakah aliansi tersebut masih melayani kepentingan AS.
Sementara Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth menolak untuk mengonfirmasi bahwa AS akan membela sekutu NATO jika terjadi serangan.
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, akan mengunjungi Washington minggu depan untuk mencoba memperbaiki hubungan.
Para pemimpin Eropa lainnya telah membela aliansi tersebut. PM Inggris, Keir Starmer menyebut NATO sebagai aliansi militer paling efektif yang pernah ada di dunia.
Sementara itu, dua senator AS, Mitch McConnell dari Partai Republik dan Chris Coons dari Partai Demokrat, mengatakan dalam pernyataan bersama pada Rabu malam bahwa Senat akan terus mendukung aliansi tersebut untuk perdamaian dan perlindungan yang diberikannya bagi AS, Eropa, dan dunia.
Meskipun Trump tidak menyebut NATO dalam pidatonya kepada bangsa Amerika pada Rabu malam, pernyataan berulang dari Washington semakin memperburuk hubungan transatlantik yang sudah rusak akibat upaya Presiden AS untuk merebut Greenland pada bulan Februari lalu.
PM Polandia, Donald Tusk mengatakan pada hari Kamis (2/04/2026) bahwa ancaman berulang Trump untuk menarik diri dari NATO, bersama dengan prospek krisis energi besar-besaran di Eropa dan faktor-faktor lainnya, semuanya tampak seperti rencana impian bagi Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Ciptakan Situasi Sulit untuk Dirinya
Para diplomat Uni Eropa mengatakan, serangan Trump yang semakin sering terhadap NATO bukan hal yang baru dan sebagian besar mencerminkan kesulitan situasi yang telah ia ciptakan sendiri.
Seorang pejabat mengatakan mereka akan mulai khawatir ketika dokumen-dokumen tersebut benar-benar diajukan.
Kongres mengesahkan undang-undang pada tahun 2023 yang akan mencegah presiden mana pun untuk menarik diri dari NATO tanpa persetujuannya.
Klausul pertahanan bersama NATO mengharuskan semua anggota untuk menanggapi serangan terhadap salah satu anggotanya, tetapi tidak menyiratkan dukungan untuk serangan sepihak.
Banyak pemimpin Uni Eropa berada di bawah tekanan politik terkait perang yang dilancarkan AS-Israel terhadap Iran, yang sangat tidak populer di Eropa.
Perang tersebut telah memicu lonjakan harga energi dan inflasi yang meningkat sejak Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, yang membawa sekitar seperlima minyak dunia.
Berjanji Mengakhiri Perang di Iran
Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa ia mungkin akan mengakhiri perang tanpa kesepakatan.
Ia juga mengatakan kepada negara-negara yang bergantung pada pengiriman bahan bakar melalui selat tersebut untuk langsung mengambilnya.
Negara-negara Eropa dan negara-negara lain mengatakan mereka hanya akan membantu mengamankan selat tersebut jika ada gencatan senjata.
Dengan meningkatnya tekanan, sekitar 40 negara pada hari Kamis menjajaki cara-cara untuk memulihkan kebebasan navigasi di jalur laut tersebut selama pembicaraan daring.
Inggris, yang menyelenggarakan pembicaraan itu, mengatakan bahwa pembicaraan tersebut berfokus pada alat-alat diplomatik dan ekonomi.
Prancis mengatakan proses tersebut akan dilakukan secara bertahap dan tidak dapat dimulai sampai permusuhan mereda atau berakhir.
“Hal itu hanya dapat dilakukan dengan berkonsultasi dengan Iran. Paris menganggap operasi militer untuk membebaskan selat tersebut tidak realistis,” kata Macron.
Macron juga menyoroti ucapan Presiden AS dengan mengatakan bahwa pernyataan Trump yang mengejek pernikahan presiden Prancis adalah tidak elegan dan tidak sesuai standar etika, dan tidak pantas mendapat tanggapan.
Macron menambahkan bahwa serangan AS dan Israel tidak akan menyelesaikan masalah program nuklir Teheran.
“Aksi militer yang ditargetkan, bahkan untuk beberapa minggu, tidak akan mungkin kita untuk menyelesaikan masalah nuklir dalam jangka pendek. Jika tidak ada kerangka kerja untuk negosiasi diplomatik dan teknis, situasi dapat memburuk lagi dalam beberapa bulan,” papar Macron.
Tanggapan Iran
Angkatan bersenjata Iran menanggapi pidato Trump pada hari Kamis (2/04/2026) dengan peringatan kepada AS dan Israel, tentang serangan yang lebih menghancurkan, lebih luas, dan lebih merusak.
“Perang akan berlanjut hingga ‘penyesalan dan penyerahan diri permanen’ dari musuh-musuh Iran,” kata Ebrahim Zolfaqari, juru bicara markas besar militer Iran Khatam al-Anbiya, dalam sebuah pernyataan yang dimuat media Iran.
Trump mengatakan dalam pidatonya pada hari Rabu bahwa AS “sangat dekat” untuk mencapai tujuannya tetapi serangan akan meningkat, dan Iran akan dibawa “kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada”, kecuali Teheran menyetujui penyelesaian melalui negosiasi.
“Pesan telah diterima melalui perantara, termasuk Pakistan, tetapi tidak ada negosiasi langsung dengan AS,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, seperti dikutip kantor berita ISNA pada hari Kamis. (rus)
