Logo Header

Kenali dan Pahami Jenis Transaksi Digital

Jusrianto
Jusrianto Kamis, 11 November 2021 20:22
Webinar Indonesia #makincakapdigital 'Pilih Pinjaman Online yang Aman dan Legal'.
Webinar Indonesia #makincakapdigital 'Pilih Pinjaman Online yang Aman dan Legal'.

TEBARAN.COM, GORONTALO UTARA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Si berkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 11 November 2021 di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Pilih Pinjaman Online yang Aman dan Legal”.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar ini, yaitu Rudy Hartono Ramli selaku praktisi sekaligus konsultan digital marketing, Adrian Tjandra selaku former national switching company, Ampauleng Zalnuddin selaku dosen IAIN Gorontalo, serta Ravianka Calista Lamancha selaku pembuat konten dan womenpreneur.

Diskusi tersebut dimoderatori oleh Desmona Chandra selaku presenter televisi. Kegiatan yang diadakan secara gratis ini diikuti oleh 585 peserta dari berbagai kalangn.

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Beralih ke sesi pemaparan, materi pertama dibawakan oleh Adrian Tjandra yang menyampaikan presentasi bertajuk “Mengenal Jenis-jenis Transaksi Digital”. Adrian menjelaskan, transaksi digital adalah pembayaran nontunai seperti perbankan digital atau perangkat transaksi virtual lainnya.

Transaksi digital kian digemari dikarenakan beberapa alasan, mulai dari keamanan yang lebih terjaga, memudahkan dalam mengelola keuangan, mengurangi kerugian, serta dapat dilakukan kapan dan dimana saja tanpa harus mendatangi mesin ATM terlebih dahulu. Salah satu jenis transaksi digital yang popular digunakan adalah uang elektronik.

“Uang elektronik mengharuskan penggunanya menyetorkan uang terlebih dahulu kepada penerbit dan disimpan dalam media elektronik sebelum digunakan untuk bertransaksi,” ujar Adrian.

Sesi dilanjutkan oleh Ravianka Calista yang membahas mengenai “Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”.

Ia mengatakan, bisnis digital adalah jenis bisnis yang memanfaatkan kecanggihkan teknologi ketika menciptakan sebuah produk ataupun memasarkannya.

Dalam melakukannya, ada etika bisnis yang perlu dijaga agar setiap tindakan bisnis dilandasi oleh moralitas dan prinsip kebenaran yang disertai dengan tanggung jawab.

“Contohnya, pelaku bisnis digital harus bersikap jujur dengan memberikan foto asli produk yang dijual dan tidak menipu agar pembeli merasa puas dengan barang yang dibelinya,” tuturnya.

Pemateri ketiga, Rudy Hartono Ramli, membawakan materi berjudul “Memahami Pinjaman Online yang Aman dan Legal”.

Pinjaman daring secara umum dapat diartikan sebagai layanan pembiayaan yang disediakan oleh badan usaha tertentu secara daring.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pinjaman daring adalah memastikan perusahaan pinjaman daring tersebut legal atau sudah terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Untuk memastikannya, masyarakat dapat melihat daftar pinjaman daring yang telah terdaftar dan berizin di situs OJK atau menghubungi nomor WhatsApp OJK di 081-157-157-157 dengan menuliskan nama perusahaan yang ingin di cek di pesannya,” terang dia.

Ampauleng Zainuddin menutup sesi pemaparan dengan materi berjudul “Memahami Pinjaman Online yang Aman dan Legal”.

Menurut dia, masyarakat perlu memperhatikan bunga yang diterapkan oleh perusahaan pinjaman daring. Umumnya, beberapa perusahaan pinjaman daring menerapkan bunga relatif tinggi dibanding suku bunga yang sudah ditentukan sebagai konsekuensi kemudahan persyaratan dari proses persetujuan yang cepat.

“Kebanyakan calon peminjam langsung mengajukan pinjaman tanpa memikirkan risiko serta perhitungan yang saksama. Hal ini mengakibatkan kebingungan dan kesulitan saat hendak mengembalikan pinjaman tersebut,” tuturnya.

Setelah pemaparan seluruh materi, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta bertanya tentang apa yang paling penting untuk disiapkan sebelum memulai bisnis daring.

Menanggapi hal tersebut, Ravianka menjawab bahwa yang pertama harus disiapkan adalah mengetahui target pasar serta melakukan riset produk agar dapat menemukan produk yang tepat untuk dijual.

Selanjutnya, buatlah rencana bisnis serta keuangan karena keuangan yang terhambat akan menyulitkan bisnis kedepannya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Jusrianto
Jusrianto Kamis, 11 November 2021 20:22
Komentar